Malaria dan Gizi Buruk Jadi Permasalahan Kesehatan Serius di Kelurahan Kwamki
Papua60detik - Kasus malaria dan gizi buruk menjadi permasalahan kesehatan di Kelurahan Kwamki.
Kepala Kelurahan Kwamki, Piter H Kabey mengatakan kedua masalah kesehatan ini merupakan hal serius. Mengatasinya, perlu kesadaran masyarakat dan perhatian pemerintah.
“Malaria membutuhan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menggunakan kelambu saat malam hari agar terhindar dari gigitan nyamuk,” kata Piter saat ditemui usai kegiatan pelatihan kader kesehatan masyarakat, Senin (23/11/2020) di Hotel Serayu.
Sedangkan gizi buruk membutuhkan uluran tangan pemerintah karena keterbatasan ekonomi. Masih ada orangtua tidak mampu memenuhi asupan gizi anaknya.
Untuk menangani kedua persoalan ini, Pemerintah Kelurahan Kwamki membentuk kader kesehatan masyarakat yang ditempatkan di empat unit pelayanan kesehatan terpadu (Posyandu). Tugasnya, memantau kesehatan masyarakat khususnya balita setiap bulan.
“Ada 20 kader Posyandu dan dua kader malaria. Jadi dua-duanya berjalan. Kita tetap kerja sama dengan pihak Puskesmas Timika karena laporannya diteruskan ke mereka juga. Kita beri makanan tambahan setiap Posyandu kepada balita,” katanya.
Ia mengatakan, kader ini terbentuk atas inisyatif masyarakat yang peduli terhadap kesehatan.
“Kader ini sebenarnya tidak dibayar tetapi kita dari kelurahan misalnya kita ada dana yang cukup kita berikan untuk pengadaan makanan tambahan,” ungkapnya.
Ia berharap dengan kehadiran kader kesehatan ini, kedua permasalahan kesehatan di kelurahan yang terdiri dari 16 RT ini bisa diatasi. (Anti Patabang)