Mama-mama Papua Keluhkan Bus yang Datang Terlambat
Aksi Mama-Mama Papua memblokade Jalan Bhayangkara buntut dari kekesalan mereka karena bus ang tiap harinya menjemput dan mengantar mereka berkebun datang terlambat, Senin (14/09/2020)
Aksi Mama-Mama Papua memblokade Jalan Bhayangkara buntut dari kekesalan mereka karena bus ang tiap harinya menjemput dan mengantar mereka berkebun datang terlambat, Senin (14/09/2020)

Papua60detik – Bus yang biasa mengangkut Mama-mama Papua untuk pergi berkebun ke Tanggul Barat, Timika, Papua datang terlambat, Selasa (15/009/2020).

Akibatnya, puluhan mama-mama Papua ini meluapkan kekesalannya dengan memblokade Jalan Bhayangkara eks Pasar Swadaya atau Pasar Lama Timika.

Aksi ini diwarnai pelemparan ke petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi dan perusakan tenda milik Dinas Perhubungan. Aksi ini reda setelah aparat Polsek Mimika Baru bersama Polres Mimika didampingi Kepala Dinas Satpol PP datang menenangkan massa.

Usai berkoordinasi, dua unit bus Maria Bintang Laut tiba di lokasi dan situasi pun kembali kondusif.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Meteorologi Disperindag, La Itam Gredenggo mengatakan, aksi ini adalah luapan kekesalan Mama-mama Papua lantaran bus yang tiap harinya menjemput dan mengantar mereka berkebun datang terlambat.

“Mama dorang mengeluh kalau bus datang terlambat mereka pulang sore dari kebun, lalu lanjut lagi ke pasar berjualan,” katanya.

La Itam, mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak transportasi agar Mama-mama langsung diantar ke Pasar Sentral Timika.

“Cuman mungkin mereka datang waktunya malam sehingga mereka tetap bertahan di sini untuk berdagang,” ungkapnya.

Ia juga mengakui, adanya miskomunikasi antara supir bus dan Mama-mama Papua ini sehingga terjadi keterlambatan saat penjemputan.

"Hal itulah yang membuat keterlambatan bus, adanya mis komunikasi antara supir dan Mama-mama Papua yang tidak sejalan, yang seharusnya dijemput di Pasar Sentral tetapi mereka berkumpul di eks Pasar Lama tanpa sepengetahuan yang bersangkutan," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah baik Disperindag maupun Dishub akan terus melayani para pedagang sebagai upaya penertiban pasa. (Yunita S)