Markus Timang Soroti Sistem Penentuan Vendor PT Pangan Sari Utama
Tokoh masyarakat Amungme, Markus Timang. Foto: Burhan/ Papua60detik
Tokoh masyarakat Amungme, Markus Timang. Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Tokoh masyarakat Amungme, Markus Timang menyoroti kebijakan PT Pangan Sari Utama (PSU) dalam penentuan vendor penyedia bahan baku makanan bagi pekerja di lingkungan kerja PT Freeport Indonesia.

Menurutnya, dari sekian banyak yang ditunjuk sebagai vendor, tak satupun merupakan pengusaha lokal Amungme dan Kamoro. Pengusaha dari masyarakat lokal maksimal hanya dijadikan suplaier.

"Selama ini tidak pernah saya lihat. Saya sampai umur 65 tahun ini tidak ada pengusaha asli Amungme yang jadi vendor di Pangan Sari Utama. Padahal ada anak Amungme yang sudah siap sebenarnya," katanya, Senin (4/4/2022).

Dengan kenyataan itu, ia menyimpulkan manajemen PT PSU minus pemberdayaan. Semestinya, perusahaan yang beroperasi di Timika berupaya serius memberdayakan dan memprioritaskan pengusaha lokal.

"Kenyataannya, saya ada lihat, nihil dan kosong pemberdayaan," ungkap Markus Timang.

Ia khawatir, jika kebijakan perusahaan-perusahaan seperti itu terus, regenerasi figur pengusaha lokal Amungme bakal terhenti. Setelah generasinya, bakal tak ada lagi pengusaha lokal Amungme yang moncer.

"Manajemen dan karakter seperti ini lebih baik jauhkan sudah. Itu namanya pembunuhan perkembangan manusia, tidak ada pemerataan. Itu yang bikin saya cemburu dan marah besar," kata Markus.

Menurutnya, jika hanya bicara soal struktur, sistem dan mekanisme kerja, peralatan serta sumber daya, pengusaha lokal Amungme ada yang mampu. Hanya saja, PT PSU tak punya prioritas ke pemberdayaan pengusaha lokal.

Di sisi lain, memberdayakan pengusaha Amungme da Kamoro juga akan berdampak positif kepada para petani lokal.

"Jangan hanya melihat company profile, perlu kebijaksanaan. Harus prioritaskan kepada Amungme yang punya hak ulayat, ini untuk pemberdayaan. Ada adik-adik saya yang punya PT, jadikan dia vendor, jangan hanya suplaier," desak Markus Timang.

Berita ini telah dikonfirmasi ke bagian manaiemen PT PSU tapi tak ditanggapi. (Burhan)