Mengendalikan Covid-19, Pergerakan Penduduk Adalah Kunci
Potret situasi Kota Timika di masa pandemi covid-19
Potret situasi Kota Timika di masa pandemi covid-19

Papua60detik - Apa yang menyebabkan pengendalian penularan covid-19 di Kabupaten Mimika begitu pelik? Juru Bicara Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menyimpulkan, karena yang diselesaikan sejauh ini adalah akibatnya.

Menurutnya, isolasi kepada warga yang besrstatus, lalu rapid test sebagai bentuk penjaringan kasus secara dini dan aktif adalah upaya menyelesaikan akibat. Sebab penularan terus berlangsung tak urung selesai.

"Padahal upaya yang paling efektif adalah menyelesaikan sebabnya. Hari ini yang kami lakukan adalah menyelesaikan akibat. Untuk menyelsaikan sebab, supaya kasus jangan banyak, kuncinya ada di masyarakat yaitu tetap tinggal di rumah. Saya simpulkan, selagi masih ada pergerkan manusia maka penyebaran ini masih akan tetap berlangsung," kata Reynold, Sabtu (02/05/2020).

Physical dan social distancing, jelasnya adalah alternatif ketika orang harus berada di luar rumah. Namun jika frekuensinya tinggi atau berjalan setiap hari, maka sama saja pergerakan manusia terjadi terus menerus. Tentu hal itu mendorong kecepatan penularan virus.

Menurutnya, situasi di Kota Timika sebenarnya tak jauh berbeda dengan Tembagapura. Di Kota Timika, masyarakat masih melakukan pergerakan setiap hari seperti biasa. Padahal imbauan dan anjuran pemerintah sangat jelas, tinggal sementara di rumah.

Begitupula di wilayah PT Freeport Indonesia, Tembagapura. Social dan physical distancing dalam laporan manajemen PT FI memang sudah diberlakukan. Tapi menurut Reynold, upaya itu tak bisa optimal karena pergerakan karyawan sangat dibatasi oleh ruang publik yang sempit.

"Situasi yang sangat tidak menguntungkan di wilayah Tembagapura yaitu dengan suhu yang cukup dingin dan ruang publik sangat terbatas. Pada akhirnya pengurangan jumlah karyawan yang ada di wilayah Tembagapura harus dilakukan sebagai salah satu solusi," jelasnya.

Pada video conference beberapa hari lalu, Manajemen PT FI menyatakan siap mengikuti apapun langkah kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab Mimika. Bagi Reynold, itu merupakan hal positif.

Hingga Minggu (03/05/2020), sebanyak 87 kasus positif ditemukan di Kabupaten Mimika. Temuan terbanyak ada di Tembagapura yakni, 51 kasus. (Burhan)