Menunggu Hasil Kerja TGPF Kasus Intan Jaya
Papua60detik - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya telah menyelesaikan tugas mencari dan mengumpulkan informasi terkait kasus penembakan yang terjadi selama September lalu.
Tim yang dibentuk Menko Polhukam, Mahfud MD ini bekerja sejak Kamis (08/10/2020) hingga Minggu (11/10/2020).
Usai menyelesaikan tugas, tim kembali ke Timika, Papua, Senin (12/10/2020) sebelum bertolak ke Jakarta untuk melaporkan hasil kerjanya kepada Mahfud MD dan Presiden RI Joko Widodo.
"Kami telah menyelesaikan tugas pengumpulan data dan informasi lapangan dalam rangka membuat terang peristiwa yang terjadi. Bagaimana isinya, bagaimana hasilnya, tentunya kami harus melaporkan dulu kepada pimpinan kami sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas," kata Ketua TGPF Intan Jaya, Benny J Mamoto Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin pagi.
Salah satu tugas tim ini adalah mengungkap fakta penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa pada pada Sabtu (19/09/2020) lalu.
Tim di bawah Benny Mamoto yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional ini telah mendatangi TKP penembakan, pemakaman dan gereja serta bertemu keluarga korban dan sejumlah saksi lain di lapangan.
Kabarnya, TGPF berhasil meyakinkan keluarga korban bersedia melakukan autopsi dan menandatangani BAP dari pihak kepolisian.
"Tim telah meneliti TKP dan berdialog dengan keluarga dan warga yang bercerita di TKP. Sebelumnya pihak keluarga korban tidak mau menandatangani BAP dari pihak kepolisian. Autopsi akan dilakukan pada kesempatan lain," kata Benny.
TGPF sempat ditembaki dalam perjalanan pulang dari Distrik Hitadipa menuju Sugapa Jumat (09/10/2020).
Satu anggota TGPF, Bambang Purwoko tertembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. Sementara prajurit Satgas Apter Hitadipa, Sertu Faisal tertembak di bagian pinggang saat mengawal rombongan TGPF. Keduanya telah dievakuasi ke Jakarta.
"Kami bersyukur berjalan lancar meskipun ada peristiwa memakan korban dari tim kami dan satu anggota dari satuan TNI tetapi kami tetap komit menyelesaikan tugas hingga selesai, jadi segala kendala bisa kami atasi," ujarnya. (Salmawati Bakri)