Mimika Ekspor 9,8 Ton Udang Beku ke Jepang Via Laut
Pemotongan pita kontainer yang berisi udang beku siap diekspor oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Henritte Tandiono, Rabu (8/12/2021) di Pelabuhan Pomako.  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Pemotongan pita kontainer yang berisi udang beku siap diekspor oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Henritte Tandiono, Rabu (8/12/2021) di Pelabuhan Pomako. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kabupaten Mimika melalui PT Bartuh Langgeng Abadi melakukan ekspor udang sebanyak 9,8 ton yang merupakan hasil laut asli Mimika ke Jepang via laut.

Ini kali pertama Mimika bahkan Papua mengekspor via laut. Ekspor sebelumnya selalu melalui udara. 

Ekspor yang dilepas langsung oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Henritte Tandiono diyakini mampu meningkatkan derajat ekonomi nelayan Mimika. Pasalnya udang ini diambil langsung dari nelayan-nelayan lokal dengan harga Rp130 ribu per kilonya.

Henritte mengatakan ekspor via laut merupakan langkah yang baik bagi Mimika untuk memasarkan hasil lautnya ke luar negeri. Dan ia berharap ekspor ini bisa terus berlanjut, bukan hanya ke Jepang tetapi ke negara-negara tetangga lainnya.

“Semoga ini terus berlanjut dan semoga ini juga menjadi awal yang baik untuk Mimika, Papua, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono mengatakan ekspor 9.800 kg atau 9,8 ton ini dipersiapkan selama satu bulan.

Dari 9,8 ton ini didominasi udang banana yakni 6 ton lebih dan 2 ton udang tiger yang dibeli dari nelayan lokal dengan harga Rp130 ribu per kilo. 

“Jadi ini tangkap laut, sehingga buyer tidak bisa menentukan harus pilih bagaimana, jadi apa yang kami kirim ini sudah yang akan buyer ambil,” jelasnya.

Estimasi pengirimannya memakan waktu kurang satu bulan lebih. Dipastikan baru akan tiba di Tokyo, Jepang 12 Januari 2022 nanti. 

“Jadi dari sini singgah di Surabaya terus lanjut ke Tokyo dan di sana akan diterima 3 buyer kita,” ungkapnya. 

Adapun ongkos kirim satu kontainer udang yakni Rp7.400 dollar. Harga ini sedikit mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya hanya Rp6.000 dollar. 

Nono sapaan Sulaksono mengatakan ekspor ini akan mereka upayakan agar terus berkelanjutan. Bulan depan mereka akan kembali melakukan ekspor produk yang sama.

“Kita terus upayakan. Nelayan akan kita dorong untuk meningkatkan hasil tangkapannya. Semoga cuaca terus mendukung,” ungkapnya. 

Ekpor ini bisa terealisasi berkat dukungan dan dorongan Bea Cukai Timika, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dan beberapa instansi vertikal lainnya. (Anti Patabang)