Mimika Jadi Sarang Bisnis Narkoba Terbesar di Papua
Papua60detik - Kabupaten Mimika merupakan daerah penyanggah beberapa kabupaten tetanga. Posisi ini menjadikan Mimika sebagai daerah yang sangat strategis di wilayah selatan Papua.
Posisi strategisnya ini ditengarai menjadi salah satu faktor kabupaten dengan ibukota Timika ini sebagai primadona bagi para gembong narkoba.
Kota Timika saat ini disebut sebagai sarang menjalankan bisnis gelap narkoba. Semacam sentra jalur penyulundupan narkoba ke kabupaten sekitar.
Hasil analisa dan evaluasi semester pertama 2019 oleh Direktorat Narkoba Polda Papua menempatkan Kabupaten Mimika sebagai urutan pertama peredaran narkoba di wilayah Papua.
"Ada 29 kabupaten di Papua, Mimika nomor urut satu di Papua ," kata Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto.
Ia mengakui, hasil anev ini merupakan pukulan telak bagi Polres Mimika dan BNNK Mimika sebagai dua insntansi utama memerangi peredaran narkoba.
"Ini merupakan pukulan buat kita semua, dan juga merupakan panggilan untuk sama-sama melakukan pengungkapan dan pemberantasan ," katanya.
Semester pertama tahun 2019, enam kasus narkoba yang telah diungkap oleh jajaran Polres Mimika.

Daerah Penyuplai Narkoba ke Mimika
Mimika sebetulnya hanya sebagai daerah penerima. Semua jenis narkoba di Timika nyatanya dipasok dari luar. Di Mimika, narkotika golongan 1, yakni ganja dan sabu yang paling banyak beredar.
"Dan rata-rata sabu dan ganja yang masuk ke Timika melalui jalur udara dari Kota Makassar, Surabaya dan Kota Jayapura," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Mimika Kompol Mursaling
Lalu siapa yang disasar sebagai pasar narkoba di Mimika? Dari rentang harga pasarannya, dapat diraba kelompok ekonomi mana yang paling mungkin membeli barang haram ini.
Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Lorentius Kordiali, para pelaku menjual 1 gram narkoba jenis sabu seharga Rp2.800.000. Sedangkan narkoba jenis ganja dipasarkan lebih murah, sepaket dijual Rp250.000.
"Untuk sabu, ada paket hemat namanya Patira (paket tiga ratus) dengan 300.000 rupiah dan paket janda dengan harga 500.000. Untuk paket ganja perlinting harganya 50.000," sebut Kordiali saat dihubungi via telepon Rabu (02/10/2019).
Tapi Mursaling mengatakan, narkoba banyak beredar di kalangan anak muda. Bahkan dalam satu kasus, jajarannya pernah menangkap seorang anak di bawah umur karena mengedarkan ganja.
Upaya Pemberantasan
Jika Polres Mimika di semester pertama telah mengungkap enam kasus, BNNK Mimika sejauh ini mengungkap dua kasus dari target satu kasus oleh BNN Pusat.
Upaya lain yang dilakukan BNNK adalah pencegahan. Umumnya, upaya pencegahan sebatas sosialisasi ke kalangan pelajar dan masyarakat umum.
"Kami catat, sudah 14.000 orang lebih dari lingkungan pendidikan mulai dari Januari kita sosialisasikan. Masyarakat umum sebanyak 350 orang, dari TNI-Polri 556 orang," sebut Mursaling.
Selain sosialisasi pihaknya memulai upaya rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Sampai saat ini BNNK Mimika sedang melakukan rehabilitas terhadap 21 orang. (Marsel Balawanga)