Mimika Lawan Corona Tanpa Tracing
Ilustrasi jejaring sosial
Ilustrasi jejaring sosial

Papua60detik - Salah satu faktor keberhasilan Mimika mengendalikan penularan covid-19 adalah tracing. Dinas Kesehatan punya tim tracing yang menelusuri kontak setiap pasien positif.

Tapi itu dulu. Sekarang tim tracing sudah tiada lagi. Kabarnya karena minimnya anggaran.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengungkapkan, temuan kasus covid-19 memang terus menunjukkan penurunan. Tapi itu terjadi lantaran tidak ada lagi tim tracing di lapangan.

"Temuan kasus- kasus baru ini bukan melalui tracing melainkan pada saat masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk mengambil sampel sebagai pelaku perjalanan," kata John, Rabu (16/6/2021).

Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19 dikenal istilah 3T, testing, tracing dan treatment. Secara sederhana, tujuannya adalah menemukan sebanyak mungkin kasus lewat tracing dan testing.

Ketika tracing kasus tak lagi dilakukan, John hanya meminta warga patuhi protokol kesehatan agar terjaga dari penularan covid-19.

Kekhawatiran baru muncul dengan ditemukannya virus corona varian India di beberapa wilayah di Indonesia. Virus B1617. 2 itu disebut jauh lebih menular dibanding varian lainnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini mengatakan, virus corona varian India sudah ditemukan di Kudus dan Jakarta

"Tetap mawas diri, karena virus ini selalu ada di tengah kita, dan mungkin saja varian baru virus corona sudah ada di Timika," kata John mengingatkan.

Peluang masuknya varian baru ini ke Timika terbuka lebar. Timika terkoneksi dengan semua kota di Pulau Jawa lewat transportasi udara.

Soalnya, real time PCR di Timika saat ini tidak bisa mendeteksi secara spesifik virus corona varian India ini.

“Kita punya alat PCR ini dia hanya menentukan ini covid, ini jumlahnya. Jadi butuh laboratorium virologi yang harus memang bisa mendeteksi itu,” ungkap Kadinkes Mimika, Reynold Ubra.

Dalam situasi ini, upaya terbaik yang bisa dilakukan saat ini hanya mematuhi protokol kesehatan. (Fachruddin Aji)