Mimika Masuk Musim Hujan, Waspada Drainase Tersumbat
Prakirawan BMKG Mimika, Muhammad Inggit Rizki. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Prakirawan BMKG Mimika, Muhammad Inggit Rizki. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mimika memprediksi Juni ini adalah puncak musim hujan di Mimika.

Curah hujan dengan intensitas tinggi ini akan berlangsung selama tiga bulan.

“Memang di bulan Juni, Juli hingga Agustus itu curah hujan tertinggi untuk wilayah Mimika,” kata Prakirawan BMKG Mimika, Muhammad Inggit Rizki saat ditemui Papua60detik, Rabu (2/6/2021).

Data yang dihimpun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Timika selama 35 tahun memang menunjukkan puncak curah hujan terjadi pada Juli dengan angka mencapai 673,9 milimeter.

Inggit mengatakan intensitas hujan yang akan terjadi sepanjang Juni hingga Agustus adalah ringan hingga sedang. Tidak ada petir, tetapi hujannya akan berlangsung cukup lama.

“Jadi hujannya akan lama. Nanti akan berhenti terus lanjut lagi. Jadi untuk pertumbuhan awan petir untuk bulan-bulan ini mulai berkurang,” ungkapnya.

Dengan mulai tingginya curah hujan, ia berpesan masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya drainase atau selokan. Sumbatan pad drainase bisa memicu genangan air naik sampai ke rumah-rumah warga.

“Kalau petani untuk memperhatikan tanamannya dan menanam tanaman yang cocok di musim hujan,” katanya.

Sementara di bagian Indonesia lain, saat ini sedang di musim kemarau yang mengakibatkan terjadi angin muson timur. Kecepatan angin katanya tetap aman untuk pelayaran dan penerbangan.

“Untuk berlayar beberapa hari terakhir hingga sekarang relatif aman. Ketinggian gelombang berkisar 0,5 sampai dengan 1,5, itu masih kriterianya rendah hingga sedang. Jadi rata-rata angin yang berhembus itu untuk pagi hingga sore itu dari arah selatan hingga tenggara,” tuturnya. (Anti Patabang)