Minyak Goreng Langka, Disperindag Sidak Kontainer di Pelabuhan Pomako
Papua60detik - Disperindag bersama Satgas Pangan Mimika turun inspeksi mendadak (sidak) kontainer minyak goreng di Pelabuhan Pomako, Kamis (25/3/2022).
Hasilnya, ditemukan empat kontainer berisi minyak goreng.
"Ada 4 kontainer, memang baru dua hari turun dari kapal. Tapi kita akan tetap telusuri kenapa tidak cepat disalurkan barang yang dibutuhkan masyarakat," kata Kabid Perdagangan Disperindag Mimika, Selfina Pappang kepada wartawan.
Suplai minyak goreng di pasaran Timika belakangan memang tak normal. Kelangkaan ini membuat harganya melambung. Sesuai mekanisme pasar, pasokan atau suplai bakal selalu berpengaruh ke harga.
Di Timika ada 8 distributor minyak goreng. Hasil penelusuran Disperindag, gudang mereka memang rata-rata kosong.
"Bimoli 10 ton lebih habis hanya dalam tiga hari. Yang ada di distributor sekarang hanya kemasan-kemasan kecil," katanya.
Empat kontainer minyak goreng yang masih di pelabuhan ditaksir bisa sampai 80 ton. Kabar baiknya, tol laut yang masuk di Pelabuhan Pomako pada Kamis sore juga mengangkut empat kontainer minyak goreng.
Dengan stok tersebut, kata Selvina, cukup buat memenuhi kebutuhan sementara warga ke depan.
Kelangkaan minyak goreng yang terjadi sekarang menurutnya karena suplai dari pabrik ke distributor memang dibatasi.
"Memang dijatah dari pabrik. Kalau sebelum berlaku subsidi berapa saja yang diorder itu yang dikirimkan, tapi kalau sekarang masuk daftar tunggu. Itu hasil komunikasi kami dengan distributor," jelasnya.
Disperindag saat ini fokus memastikan stok tersedia dan suplai minyak goreng terjaga. Prinsipnya, ketika suplai mencukupi harga bakal bersaing. (Burhan)