Narapidana di Lapas Merauke Ikut Upacara Sumpah Pemuda
Upacara sumpah pemuda yang berlangsung di Lapas Kelas II B Merauke, Jumat (28/10/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Upacara sumpah pemuda yang berlangsung di Lapas Kelas II B Merauke, Jumat (28/10/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Upacara peringatan Sumpah Pemuda di Lapas Kelas II B Merauke diikuti ratusan narapidana, Jumat (28/10/2022).

Mereka tampak memakai seragam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berwarna biru. Sedangkan petugas  Lapas, Bapas dan Imigrasi  Merauke menggunakan pakaian adat.

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Papua, Hendrik Pagiling bertindak sebagai pemimpin upacara.

Membaca sambutan Menpora, Zainudin Amali, ia mengatakan, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, memberikan pelajaran bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur. Pelbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan. 

“Sejarah telah menjelaskan bahwa, pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan. Peran pemuda dalam memelopori membangun visi kebangsaan dengan Sumpah Pemuda 1928 yang diikuti dengan rangkaian pergerakan-pergerakannya telah mengantarkan kepada proklamaai kemerdekaan Indonesia. Peran pemuda telah  tercatat dengan tinta emas sepanjang masa,” bacanya

Pemuda hari ini katanya, adalah tokoh-tokoh yang akan berperan pada masa yang akan datang. Apa yang dilakukan oleh pemuda di masa sekarang menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. 

Mandat pemuda saat ini adalah menjadikan nilai-nilai persatuan di atas segala-galanya.

"Memandang keberagaman sebagai anugerah yang berharga untuk dirangkai menjadi kekuatan yang luar biasa menggapai kejayaan Indonesia. Pemuda bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia emas 2045, tetapi juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa," tambahnya. (Ami)