Nelayan Mimika Dapat Bantuan Paket Perikanan Tangkap
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng meneyerahkan bantuan paket peralatan tangkap kepada nelayan di Kawasan Industri Perikanan Terpadu Pomako, Rabu (29/07/2020)
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng meneyerahkan bantuan paket peralatan tangkap kepada nelayan di Kawasan Industri Perikanan Terpadu Pomako, Rabu (29/07/2020)

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perikanan membagikan paket alat tangkap perikanan kepada kelompok nelayan Orang Asli Papua (OAP). Anggaran bantuan tersebut bersumber dari dana Otsus.

Bantuan diserahkan oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng di Kawasan Industri Perikanan Terpadu Pomako, Rabu (29/07/2020)

Bupati  Omaleng mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nelayan di pesisir Kabupaten Mimika.

Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan seoptimal mungkin meningkatkan hasil tangkapan untuk perbaikan dan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan para nelayan.

"Perekonomian nelayan dapat diperbaiki, sementara konsumen dapat memenuhi kebutuhan pangannya," terang Bupati.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket perikanan tangkap berupa empat unit perahu bermesin 15 PK dengan alat tangkap jaring gillnet, cool box, live jacket.

Paket bantuan diserahkan kepada koperasi perikanan di wilayah Kampus Biru Distrik Atuka dan kelompok nelayan di Distrik Mimika Barat. Anggarannya sebesar 500 juta rupiah bersumber dari dana Otsus 2020 yang pengadaannya melalui CV Namhila.

Menurut bupati, pemerintah sudah berkomitmen menjadikan laut sebagai garda depan dan masa depan bangsa dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan tetap menjaga sumber daya ikan tetap lestari.

Kadis Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy dalam laporannya merinci bantuan yang digelontorkan pemerintah di sektor perikanan sejak 2017 sampai 2020 baik dari APBD, Otsus, DAK serta Kementerian Kelautan dan Perikanan

Di bidang perikanan budidaya, bantuan untuk 58 RTP dan 39 Pokdakan sebanyak 142.136 ekor benih ikan lele, nila hitam dan merah. Kemudian 72.000,6 ton pakan, 117 kolam terpal, 97 alkon, 67 pompa air.

Di sektor perikanan tangkap, sebanyak 106 kelompok perikakann tangkap dan lima koperasi perikanan mendapat bantuan. Bantuan berupa 117 perahh mesin ketinting dan peralatan tangkap, 101 perahu bermesin 15 PK. Anggarannya bersumber dari APBD, dana Otsus dan DAK. Sementara 23 unit perahu dan peralatan tangkap merupakan bantuan SKPT Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Di sektor pengolahan perikanan, sebanyak 14 kelompok pengolah perikanan mendapat bantuan 13 buah freezer, 8 cool box, 1 unit ice flake berkapasitas lima ton dan mobil berpendingin.

Pemerintah juga sudah menyediakan dua unit cool storage kapasitas 100 ton dikelola Koperasi Miti dan 200 ton dikelola PT Perinus kerja sama dengan Pemkab Mimika serta satu dermaga apung untuk nelayan 6 GT ke bawah hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Berhasil meningkatkan produksi perikanan dari semula 7.312 ton pada 2016 naik 4.4452 ton di 2020 awal," sebut Leentje.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perikanan naik sangat signifikan, dari Rp65 juta 2016 menjadi Rp495 juta semestetlr pertama 2020. Atau kenaikannya 761 persen.

Data Dinas Perikanan, Mimika yang berbatasan dengan Laut Arafura memiliki potensi perikanan tangkap sampai 2,78 juta ton per tahun.

"Dengan potensi tersebut maka kita memiliki peluang untuk memanfaatkannya secara optimal demi kesejahteraan masyarakat," kata Leentje. (Yunita S)