ODGJ Terus Bertambah, Mimika Perlu Klinik Khusus
dr Isak Samay saat melayani salah satu ODGJ di Timika.  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
dr Isak Samay saat melayani salah satu ODGJ di Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Mimika terus bertambah. Terbaru, dari hasil pendataan yanh dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) selama 5 hari, ditemukan ada 28 orang yang diduga ODGJ.

ODGJ ini ada yang tinggal bersama keluarga ada juga yang sudah tidak tahu pulang ke rumah.

Menyadari ini harus segera diatasi, Dinsos mendatangkan dr Izak Samay dokter spesialis jiwa dari  Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura, Jayapura untuk memberikan pengobatan kepada ODGJ, Jumat (17/12/2021) di Aula Panti Rehabilitasi KM 7. 

Pengobatan ini merupakan baru pertama kali dilakukan di Kabuapten Mimika.

Sayang yang bisa diperiksa hanya 15 orang saja karena keterbatasan anggaran.

“Kalau kita kirim ke Jayapura kita hanya mampunya 2 atau 3 orang saja, makanya kita sepakat untuk mendatangkan dokter dari Jayapura saja supaya banyak yang ikut diperiksa,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos, Paulus Saile.

Ia mengatakan ODGJ harus ditangani dengan serius dan pengobatannya pun harus berkelanjutan agar mereka bisa sembuh.

Namun yang menjadi kendala di Mimika adalah tidak adanya tempat pengobatan seperti klinik jiwa.

Dengan terus bertambahnya ODGJ ini, Dinsos kata Paulus berencana mengusulkan pembangunan klinik jiwa.

“Kita ke depan berencana untuk mendirikan klinik karena tingkat ODGJ di Mimika terus meningkat. Kita akan koordinasikan dengan dinas kesehatan,” katanya. 

Sementara itu, dr Izak Samay mengatakan pengobatan ODGJ harus berkelanjutan dan menurutnya memang Mimika harus memiliki klinik khusus untuk penanganannya.

Ia mengatakan ODGJ tidak boleh dibiarkan dan pemerintah harus buka mata untuk mereka.

“Ini kita bicara soal kemanusiaan. Mereka harus diberikan perhatian juga. Kita obati bukan kota biarkan berkeliaran,” tuturnya. (Anti Patabang)