Operasi Ketupat, Aparat Keamanan Siapkan Tujuh Pos di Timika
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengecek kesiapan pasukan pada apel Operasi Ketupat 2022 di lapangan Timika Indah. Jumat (22/4/2022). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengecek kesiapan pasukan pada apel Operasi Ketupat 2022 di lapangan Timika Indah. Jumat (22/4/2022). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

 Papua60detik - Sebanyak 144.392 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan 101.700 obyek di seluruh Indonesia baik masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara pada operasi Ketupat-2022

Operasi rutin setiap jelang lebaran ini akan berlangsung selama 12 hari mulai 28 April hingga 9 Mei 2022. 

Khusus di Kabupaten Mimika, terdapat tujuh pos yang disiapkan di titik keramaian termasuk bandara dan pelabuhan. 

"Untuk Timika, ada seribu lebih personel kita gelar untuk lakukan pengamanan pada Ops Ketupat ini," ujar Kapolres Mimika AKBP I G G Era Adhinata usai apel gelar pasukan di lapangan Timika Indah, Jumat (22/4/2022). Dimana, Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob bertindak selaku inspektur upacara.

Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa meski situasi Covid-19 sudah terkendali, namun tidak menandakan pandemi telah selesai sepenuhnya.

"Kita harus bergandengan tangan, bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait agar umat muslim dapat menjalankan ibadah ramadan dengan khusuk dan puncaknya pada perayaan Idul Fitri serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat," ujar Sigit dalam amanatnya yang dibacakan Wabup Rettob.

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi.

Diantaranya, ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, antrean dan kelangkaan BBM, kejahatan konvensional (3C), penyakit masyarakat, konflik buruh terkait THR, balap liar, penyalahgunaan narkoba, petasan, perkelaian antar kelompok/antar kampung, aksi perusakan fasilitas umum, kerumunan masyarakat yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

"Oleh karena itu, Operasi Ketupat-2022 harus dilaksanakan secara optimal. Perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar, aman dan sehat. Kejahatan dan gangguan kamtibmas sekecil apapun harus kita cegah dan antisipasi," tegas Sigit. (Salmawati Bakri)