Pandemi Covid-19 Datang, Kasus Diare Langsung Turun di Timika
Kepala Puskesmas Timika, dr.Moses Untung. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Puskesmas Timika, dr.Moses Untung. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Penerapan protokol kesehatan yakni cuci tangan selama masa pandemi covid-19 sangat terbukti menurunkan kasus diare.

Di Puskesmas Timika, sejak penetapan status KLB covid-19 dan cuci tangan dengan sabun kembali dipromosikan, kasus diare turun drastis.

“Turun  hampir di angka 200 persen. Di awal pandemi,” kata Kepala Puskesmas Timika, dr.Moses Untung saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).

Kasus diare yang sebelumnya selalu masuk dalam tiga besar 10 penyakit tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Timika kini turun di posisi keenam. Setiap bulannya tinggal 40 sampai 60 kasus saja.

Ia menjelaskan diare adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman. Paling utama diperhatikan dalam pencegahannya adalah kehigienisan makanan, minuman, alat yang digunakan pada saat makan dan minum. Termasuk tangan saat memasukkan makan ke dalam mulut.

“Itu semua kebersihannya harus diperhatikan. Jadi sejak kewajiban mencuci tangan itu diterapkan, kasus diare pun menurun. Di tempat-tempat umum kan disediakan tempat cuci tangan dengan sabun,” tuturnya.

Selain kehigienisan makanan, perilaku dan lingkungan menjadi dua faktor penyebab penyakit diare. Begitupun dengan ISPA dan malaria.

Dr Moses menjelaskan, lingkungan dan perilaku memberi kontribusi 70 sampai 80 persen terjadinya kasus diare. Pelayanan kesehatan hanya 20 persen saja.

“Artinya sebagus apapun obat yang kita berikan, sesiap apapun petugas kesehatan, tetapi selama perilaku dan lingkungan tidak dimodifikasi maka angka diare juga akan tetap naik. Demikian juga dengan ISPa dan malaria,” ungkapnya.

Ia berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti cuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker dan kebersihan lingkungan. Kebiasaan itu bukan hanya mencegah penyebaran covid-19, tetapi juga menekan kasus diare, ISPA dan malaria. (Anti Patabang)