Pedagang Mama-Mama Papua Satu Suara, Bertahan di Pasar Lama Timika
Papua60detik - Ratusan pedagang mama-mama Papua datang berunjuk rasa di Kantor DPRD Mimika, Senin (20/07/2020). Mereka protes terus menerus diganggu aparat pemrerintah, Satpol PP agar pindah berjualan di Pasar Sentral Timika.
Meski diguyur hujan, ratusan mama-mama itu berjalan kaki mulai dari titik kumpul eks Pasar swadaya atau Pasar Lama di Jalan Yos Sudarso ke Kantor DPRD Mimika di Jalan Cenderawasih.
Koordinator Unjuk Rasa, Lizdalia Murib kepada anggota DPRD Mimika menegaskan, ia dan rekan-rekannya tak akan bergeser dari Pasar Lama.
Menurutnya, masalah terus terjadi di Pasar Lama. Berkali-kali mereka berunjuk rasa tapi tak pernah ada jawaban atau solusi yang membuat mereka aman dan nyaman menggelar lapak.
"Kita hari ini berjanji biar bapak-bapak bangun ruko atau apappun di tengah pasar lama. Biar tempat itu kamu kuasai kita akan tetap jualan," kata Lizdalia.
Bus yang pernah dijanjikan pemerintah untuk mengantar pulang pergi mereka ke Pasar Sentral Timika juga tak kunjung tiba. Sementara menggunakan ojek, mereka hanya akan habis di biaya transportasi.
"Kami sudah beberapa kali mempertanyakan masalah ini tapi tidak ada jawaban. Sehingga kami tetap berjualan di Pasar lama. Tidak mau pindah di Pasar Baru (Pasar Sentral), memang sudah dibangun bagus dan nyaman, tapi kami terkendala dengan transportasi. Kadang kami bawa jualan ke sana tapi tidak laku," tambahnya.
Sementara dapur keluarga harus tetap mengepul, biaya anak-anak sekolah harus tetap selalu ada. Atas dasar itu, mama-mama ini memilih bertahan di Pasar Lama.
"Kita jualan di pasar lama karena hari ini kita jualan bisa dapat lima ratus ribu sampai delapan ratus. Kalau ke pasar baru hanya 5000. Bagaimana itu bisa mencukupi kebutuhan kami, juga biaya sekolah. Jadi tolong perhatikan," kata Lizdalia.
Sementara Menselina Jitmau seorang pedagang pinang berharap, Pasar Lama dibangun seperti pasar mama mama Papua di Jayapura.
Ratusan mama-mama yang berunjuk rasa ke Kantor DPRP Mimika hari itu bukan hanya pedagang dari Pasar Lama. Sebagian dari mereka adalah penjual noken di sekitar Lapangan Timika Indah dan pedagang Pasar Tradisional Gorong-gorong
Ketua Komisi C DPRD Mimika, Elminus B Mom berjanji akan segera membahas persoalan tersebut dengan legislator lain untuk diteruskan kepada pemerintah daerah.
"Mereka cari tempat yang ramai. Jadi kembangkan ekonomi seperti itu. Pasar itu tidak boleh dimainkan. Pemerintah harus tanggapi dengan serius. Aspirasi mama mama kami harus dijawab," kata Elminus kepada wartawan. (Salmawati Bakri)