Pelantikan Pejabat Pemkab Mimika Diwarnai Aksi Protes
Aksi protes saat pelantikan pejabat di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (11/03/2026). Foto: Martha/ Papua60detik
Aksi protes saat pelantikan pejabat di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (11/03/2026). Foto: Martha/ Papua60detik


Papua60detik - Pelantikan pejabat Pemkab Mimika di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (11/03/2026) diwarnai aksi protes.

Pegawai yang protes mengaku sudah mengikuti semua prosedur tes dan dinyatakan lulus, tapi namanya tidak disebutkan di dalam SK pelantikan.

Aksi protes terjadi tepat saat pengambilan sumpah pejabat yang dipimpin oleh para tokoh agama. 

Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam mengatakan Pemerintah Daerah telah melaksanakan berbagai tahapan dalam proses penataan jabatan, mulai dari seleksi terbuka, evaluasi kinerja, hingga pelaksanaan job fit untuk seluruh jabatan yang ada. Selain itu, uji kompetensi juga telah dilakukan bagi pejabat eselon III.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah pejabat yang akan dilantik secara bertahap pada waktu berikutnya. Hal ini karena pemerintah daerah masih menunggu pertimbangan teknis (Pertek) serta rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kalau Bapak/Ibu sekalian belum mendapatkan posisi pada hari ini bukan apa-apa. Ini karena kita masih menunggu Pertek dan rekomendasi dari BKN. Ini yang kita lakukan. Bukan saya tunjuk-tunjuk, bukan saya suka-suka. Tetapi kita harus menunjuk sesuai aturan teknis BKN," pungkasnya. 

Sebanyak 286 pejabat yang dilantik. Beberapa yang menonjol seperti pergantian  kepala Dinas Pendidikan dari Jenny O Usmany ke Antonius Walerubun. Golfred Maturbongs sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan, Yulius Koga sebagai Kepala Satpol PP, Ronny Marjen sebagai Kepala Kesbangpol, Sabelina Fitriani sebagai Kepala Disperindag, Septinus Timang sebagai Kepala Bappeda, dr Faustina Helena Burdam sebagai Kepala RSUD Mimika, Dwi Cholifah sebagai Plt Kepala Inspektorat, Ema Korwa sebagai Plt Disnakeswan. 

Kepolisian dan Satpol PP mengawasi ketat peserta yang ingin masuk. Pemeriksaan  dimulai dari gerbang masuk Eme Neme Yauware.

Beberapa warga dan pegawai yang tidak memiliki undangan tampak pulang. Bahkan wartawan yang datang untuk meliput pun sempat tertahan di gerbang sebelum akhirnya diizinkan meliput acara tersebut. (Martha)