Pemkab Mimika Musrenbang RKPD Tahun 2024
Peserta Musrenbang Kabupaten Mimika. Foto: Faris/ Papua60detik
Peserta Musrenbang Kabupaten Mimika. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar Musrenbang t dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 di Hotel Horizon Timika, Senin (3/4/2023).

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling menjelaskan, beberapa program prioritas Musrenbang RKPD Kabupaten Mimika tahun 2024 di antaranya mempersiapkan sumber daya manusia unggul, memantapkan pembangunan infrastruktur dari kampung ke Kota yang berkelanjutan, meningkatkan penerimaan daerah dan investasi untuk membuka lapangan pekerjaan.

“Kemudian program prioritas lainnya menghapuskan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi di berbagai sektor, meningkatkan tata kelola reformasi birokasi serta APBD yang fokus dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu Plt Bupati, Johannes Rettob mengingatkan, rencana pembangunan jangan sampai memberi harapan palsu kepada masyarakat. Pembangunan harus dirasakan hasilnya oleh masyarakat.

“Saya harus tekankan lagi pembangunan kita harus dari kampung ke kota, yang sekarang saya lihat kita hanya membangun dari kota, saya mau kita lebih meningkatkan sumber daya manusia di pegunungan dan pesisir,” pesannya.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Ukkas mengatakan, tujuan dari Musrenbang itu antara lain menghimpun seluruh pemikiran-pemikiran dan usulan-usulan masyarakat menjadi suatu program pembangunan.

“Ada beberapa indikator pembangunan yang akan saya ulas. Pertama mengenai pertumbuhan ekonomi meningkat, tingkat pengangguran dan kemiskinanan menurun, nilai perdagangan kita semakin baik, ekspor meningkat impor berkurang. Kemudian IPM kita juga sudah memasuki angka 5,7 persen,” katanya. 

Ukkas berpesan, rencana program pembangunan di Kabupaten Mimika harus selaras, saling bersinergi, saling mengisi, dan saling mendukung dengan pembangunan yang ada di Provinsi Papua Tengah.

“Pembangunan itu tidak akan berhasil jika kita berdiri sendiri. Kekuatan itu dengan bersinergi dan saling mengisi, saling mendukung maka kekuatan-kekuatan itu akan menjadi potensi yang besar. Kalau tidak ada keterpaduan maka kekuatan itu akan berserakan,” tutupnya (Faris)