Pemprov Papua Barat Daya Tingkatkan Kapasitas UMKM Olah Sagu
Papua60detik - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) melalui pelatihan pengolahan sagu menjadi produk bernilai ekonomi guna memperluas akses pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek mengatakan pelatihan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha OAP di Kabupaten Sorong yang selama ini melakukan aktivitas ekonomi pada penjualan pangan lokal berbasis sagu.
"Kegiatan ini merupakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku usaha Orang Asli Papua yang mengelola pangan lokal, khususnya sagu sebagai salah satu komoditas unggulan dan ikon pangan lokal Papua," katanya, Kamis (25/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut dia, program tersebut dibiayai melalui dana Otonomi Khusus sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat asli Papua melalui pemanfaatan potensi lokal.
Dalam pelatihan itu, peserta yang terdiri dari 26 orang mendapatkan pendampingan dari fasilitator dan pelatih yang berpengalaman di bidang pengembangan usaha berbasis industri rumah tangga.
Sellvyana berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sehingga mampu mengembangkan produk sagu yang selama ini dipasarkan secara sederhana menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai tambah ekonomi.
"Sagu tidak hanya diolah menjadi papeda, sagu lempeng atau sinoli, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Ia menilai diversifikasi produk sagu menjadi langkah penting untuk mendorong perubahan pola usaha masyarakat dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif dan berorientasi pasar.
Menurut dia, pengembangan produk turunan sagu juga memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar wisata dan oleh-oleh khas daerah yang banyak dicari wisatawan yang berkunjung ke Papua Barat Daya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan dan perlengkapan produksi kepada para peserta untuk mendukung pengembangan usaha pengolahan sagu.
"Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi produk berbahan dasar sagu," harapnya.
Menurut dia, sagu yang selama ini dikenal sebagai bahan baku papeda dapat diolah menjadi kerupuk sagu, bakso sagu, roti sagu, kue dan berbagai produk pangan lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. (Redaksi)