Penanggulangan TBC di Mimika Makin Membaik
Papua60detik - Setiap 24 Maret diperingati sebagai hari tuberkulosis (TBC) sedunia. Di Mimika, Dinas Kesehatan memperingatinya dengan mengundang mereka yang terlibat dan mendukung penanggulangan penyakit TBC di Hotel Horison Diana, Kamis (31/3/2022).
Pada konteks global, Indonesia masih masuk dalam tiga besar kasus TBC. Sementara di Papua, Mimika menempati urutan nomor satu temuan kasus TBC.
Tingginya temuan kasus ini berkorelasi dengan upaya pelacakan kasus. Target nasional, pelacakan kasus minimal 42 persen. Papua mampu berada di angka 46 persen.
"Kalau kita break down, dari 46 persen ini ternyata yang paling banyak melakukan pelacakan kasus itu Mimika. Kasus tinggi tapi angka kesembuhannya juga tinggi dan angka lost to follow up rendah," kata Kadinkes Mimika, Reynold Ubra.
Dinkes Mimika mampu mendongkrak keberhasilan pengobatan pasien TBC ke angka 75 persen atau kurang 10 persen dari target minimal nasional.
Persentase kasus lost to follow up pun mengalami penurunan dari 19 persen ke 15 persen. Reynold yakin angkanya bakal turun ke 10 persen tahun ini.
Indikator lain, kegagalan dalam pengobatan, angkanya juga turun dari 1 ke 0,6 persen.
"Sekarang kami sedang gencar investigasi kontak serumah. Kemudian memberikan pengobatan untuk pencegahan bagi yang tinggal serumah dengan pasien TB" katanya.
Seperti penyakit menular lain misalnya malaria dan AIDS, masalah paling besar dalam penanganan TBC adalah kepatuhan pasien minum obat. Apalagi, dalam kasus TBC, pasien harus mengonsumsi obat secara teratur selama 6 bulan sampai satu tahun.
Mengatasi masalah kepatuhan pasien ini, kata Reynold, memang diperlukan pendamping minum obat (PMO) yang bisa diperankan oleh teman atau keluarga dekat.
"Semua pihak harus ikut terlibat, tidak mendiskriminasi pasien. Dan jika ada anggota keluarga atau teman yang menderita TB paling tidak kita bisa berperan sebagai pendamping minum obat. Kemudian melaporkan, supaya ada pemutusan rantai penularan," harapnya. (Burhan)