Pengumpulan 'Uang Bayar Kepala' Sempat Ricuh, Polisi: Miskomunikasi
Aparat kepolisian mengamankan pengumpulan dana tradisi bayar kepala yang akan dilaksanakan Kwamki Narama, Rabu (12/10/2022) besokm. Foto: Amma/ Papua60detik
Aparat kepolisian mengamankan pengumpulan dana tradisi bayar kepala yang akan dilaksanakan Kwamki Narama, Rabu (12/10/2022) besokm. Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik – Proses pengumpulan dana tradisi pembayaran kepala di Jalan Poros SP5 diwarnai kericuhan, Selasa (11/10/2022). Beruntung, aksi saling serang itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

Aparat kepolisian yang merespon kejadian itu langsung melakukan pengamanan.

Kabag Ops Polres Mimika Kompol Ruben Palayukan mengatakan, aksi saling serang antar warga dipicu terjadinya miskomunikasi dalam prosesi itu. Ditambah lagi adanya beberapa warga dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Sempat terjadi gesekan, mereka adakan bakar batu dalam rangka mengumpulkan dana untuk yang kwamki narama. Namun, tadi ada sedikit gesekan, miss komunikasi. Ada saling kejar, baku lempar. Bersyukur tidak ada korban jiwa. Kejadian itu (saling kejar) sempat mengganggu karena mereka sampai di jalan,” ujarnya. 

Karena keterbatasan jumlah, personel Polsek Kuala Kencana yang tiba di TKP belum mampu melerai dua kelompok warga yang bertikai. Dengan tambahan personel dari Sabhara Polres Mimika, aksi saling serang itu dapat dihentikan.

Prosesi pengumpulan dana yang tadinya sempat ricuh kembali berlanjut hingga akhirnya itu berakhir dan warga kembali ke rumahnya masing-masing.

Kini situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Aparat keamanan masih berjaga-jaga untuk memastikan tidak terjadi lagi hal serupa.

Rencananya besok, Rabu, 12 Oktober 2022, hasil dari pengumpulan dana akan diserahkan kepada kelompok yang ada di Kwamki Narama untuk menambah pembayaran denda adat atas konflik yang terjadi beberapa tahun silam. (Amma)