Pergantian Tahun, Kecemasan dan Harapan Mereka
Papua60detik - Jika ada yang patut dirayakan dari pergantian tahun 2020 ke 2021, maka itu adalah kebersamaan melewati masa-masa sulit pandemi covid-19.
2020 menjadi periode paling sulit, jam aktifitas dibatasi, berkerumun bisa kena pidana, bekerja dan belajar dari rumah, lalu hidup harus disesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan baru, kemana-mana pakai masker contohnya.
Dampak pandemi ini bukan main, unit usaha kelas kakap saja bisa rontok. Negara mencoba membantu dengan bansos agar warga bertahan dan ekonomi cepat pulih. Walau rakyat akhirnya sakit hati ketika pejabat negara terbukti menggasak dana bansos.
Masuk 2021 pandemi belum lagi usai, kecemasan belum juga selesai. Kabar baiknya, tahun ini pemerintah sudah siap vaksinasi covid-19.
Andi, seorang karyawan bank melihat tahun 2020 cukup ekstrim. Menurutnya tahun lalu adalah periode menyebalkan dan mengecewakan. Gara-gara pandemi covid-19, banyak kejadian tidak sesuai ekspektasi.
Pandemi covid-19 katanya, sudah menghancurkan mimpi hampir semua orang.
"Semoga kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti dulu dan semua bisa bahagia," harapnya di tahun 2021.
Sementara bagi Jemas Yeuw, pandemi covid-19 membuat semua orang merasa tidak nyaman dan ketakutan
“Corona yang kita rasakan macam bagaimana begitu,” tutur Jemas.
Tapi setiap tahun baru juga adalah hari-hari baru. Sebab itu lazim di setiap 1 Januari, orang ramai merapal harapan.
James pun begitu, harapannya sederhana, ia ingin produktif tahun ini. Lepas sekolah, ia berharap segera dapat pekerjaan.
dr Bustaman punya kisah sendiri ketika terinfeksi covid-19 dan harus isolasi mandiri.
Bekerja di Klinik Mitra Anda, dr Bustaman memang masuk kategori risiko tinggi tertular covid-19. Pengalaman itu akhirnya jadi pelajaran, ia harus menggunakan APD harus sesuai standar.
"Harapan di tahun 2021 pandemi ini segera berakhir, dan swbagai probadi bisa melakukan pelayanan yang lebih baik lagi," katanya.
Pandemi ini juga memaksa manusia lebih melek teknologi. Bekerja dan belajar dari rumah selalu mensyaratkan perangkat berbasis IT.
Hal itu yang dialami Yoga. Ia menyelesaikan studinya di perguruan tinggi lewat virtual. Sebuah pengalaman baru tentu.
"Malah sekarang dipaksakan dalam sebuah media virtual. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di dunia virtual dan event online yang luar biasa," katanya.
Meski tahun 2020 akan diingat sebagai masa-masa sulit di bawah ancaman pandemi, tapi tak berarti tahun yang baru saja berlalu itu tanpa kabar suka.
Salah satunya, Daniel. Ia seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika. Baginya, 2020 adalah periode membahagiakan setelah mendapatkan kenaikan gaji yang semula hanya Rp95 ribu per hari kini sudah Rp145 per hari.
"Kalau hari raya gajinya dikali dua,” ujarnya tersenyum.
Sama yang dirasakan Jhon Yewen, seorang komika asal Papua yang menjadi juara ketiga Stand Up Comedy Academy 3 Indosiar.
Di penghujung 2020, stand up comedy show bertajuk Senterpit Cerewet part 3 di Merauke sukses. Acara itu katanya dapat sambutan positif.
"Walau penonton kita batasi karena pandemi covid-19. Kami harap tahun depan akan ada show part 4," harapnya. (Salmawati Bakri/Anti Patabang)