Pertama di Papua, SATP Terapkan Metode Pembelajaran Montessori
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 05:45 WIT - Papua60Detik

Papua60detik - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) melaunching program montessori untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Jumat (9/ 8/2024). Program ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Papua.
Metode montessori adalah salah satu jenis pendidikan untuk anak usia dini yang dikembangkan oleh Maria Montessori dari Italia.
Senior Vice Presiden Community Development PTFI Nathan Kum mengatakan, program montessori ini sangat bagus buat anak-anak di usia dini. Ia mengapresiasi YPMAK melalui Yayasan Pendidikan Lokpon (YPL) yang mulai menerapkan program ini.
“Kami sangat berterima kasih atas program yang dikenalkan kepada anak-anak usia dini ini dengan menggunakan material belajar atau melakukan praktek langsung. Saya rasa anak-anak bisa langsung paham akan pembelajaran, PTFI sangat mendukung hal ini,” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga bisa menjawab permasalahan anak-anak yang asik dengan handphone. Dengan metode belajar menyenangkan dan alat bantu, anak-anak jadi lebih fokus.
Wakil Direktur Grant Making YPMAK, Yohan Wambrauw mengapresiasi YPL yang mengelola SATP dengan selalu mencoba dan mengembangkan kurikulum yang kontekstual dengan persoalan pembelajaran di Papua, terkhusus di Mimika.
Menurutnya, program montessori ini tepat diterapkan karena orientasinya pada penghargaan keunikan masing-masing anak yang mempunyai cara belajarnya sendiri.
“Program ini salah satu jawaban dari tantangan di mana anak-anak mendapatkan cara belajar sesuai dengan kebutuhan mereka, yang jelas menurut saya ini proses yang luar biasa,” katanya.
Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon Timika, Andreas Ndityomas menjelaskan, program ini bagian dari pengembangan kurikulum pendidikan Lokon. Basisnya kehidupan kontekstual Papua, di mana SATP menemukan anak-anak Papua membutuhkan pendampingan khusus.
“Kami datangi sekolah-sekolah internasional, termasuk sekolah montessori dan kami menemukan metode program montessori yang paling pas untuk anak. Dan program ini akan tetap berjalan meskipun kurikulum berubah-ubah,” jelasnya.
Pembimbing Program Montessori, Theodora Karmayanti menjelaskan, metode ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran untuk anak-anak terutama di level SD.
Metode ini juga memberi ruang anak untuk berkompetisi melalui perlombaan atau kejuaraan, yang bisa memberikan kesempatan mereka bereksplorasi dan mendapatkan pengalaman baru.
“Yang jelasnya program ini sangat membantu anak untuk berkreasi sesuai kemampuannya, program ini juga akan membuat anak-anak lebih memahami metode sesuai dengan yang ia mengerti,” pungkasnya. (Faris)