Petugas Kesehatan di Kokonao Kekurangan Tempat Tinggal
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob berdialog dengan petugas kesehatan di Psukesmas Kokonao, Senin (30/11/2020).
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob berdialog dengan petugas kesehatan di Psukesmas Kokonao, Senin (30/11/2020).

Papua60detik - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat meresmikan listrik di Kokonao, Senin (30/11/2020) menyempatkan meninjau Puskesmas yang ada di sana.

Mewakili 89 petugas kesehatan di Puskesmas Kokonao, dr Tarigan kepada Wakil Bupati meminta Pemkab Mimika dibangunkan sekitar lima tambahan rumah untuk menampung petugas kesehatan.

Karena kekurangan fasilitas perumahan, beberapa petugas terpaksa tinggal di rumah keluarga yang lokasinya jauh dari Puskesmas.

“Kan pelayanan 24 jam jadi sangat bagus kalau petugas tinggal dekat dengan Puskesmas,” jelasnya kepada Wakil Bupati.

Menanggapi permintaan itu, John Rettob mengatakan akan mengusahakan agar bisa terealisasi. Ia berpendapat, fasilitas perumahan petugas kesehatan adalah hal utama untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan.

“Supaya pegawai-pegawai yang ditempatkan di sini bisa betah tinggal disini. Apalagi sekarang jaringan sudah ada dan listrik pun sudah masuk,” katanya.

Wabup mengaku sangat mengapresiasi semangat para petugas kesehatan yang terus melayani masyarakat Kokonao selama 24 jam, meskipun banyak di antara mereka belum memiliki legalitas resmi sebagai tenaga honorer.

“Jadi keluhannya itu bukan hanya rumah tapi SK Bupati untuk yang masih honor ini juga yang minta diperjelas. Dan saya rasa ini harus kita usahakan karena mereka orang-orang di sini dan akan menetap di sini jadi tidak akan kemana-mana. Jadi saya kira harus mendapat perhatian khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, Dinkes Mimika akan fokus lengkapi sarana dan prasarana bagi petugas kesehatan di seluruh wilayah pesisir termasuk Kokonao hingga tahun 2024 mendatang.

Reynold mengakui, selama dua tahun terakhir fasilitas petugas kesehatan masih sangat terbatas. Karena itu, di tahun 2021 nanti Dinkes akan usulkan pembangunan rumah bagi petugas kesehatan di wilayah pesisir.

“Efektifnya untuk tempat tinggal petugas adalah barak. Untuk di Kokonao, Agimuga, Jita dan Potowaiburu sudah dibangun tetapi masih terbatas hanya dengan beberapa unit kopel saja dan Dinkes terus berupaya agar pembangunan ini bisa berjalan agar petugas selalu standby di tempat,” tutupnya. (Anti Patabang)