Polisi Tangkap Pengedar Sabu Senilai Rp2 Miliar di Jayapura

- Papua60Detik

Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Victor Mackbon didampingi Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear pada press rilis pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu. Foto: Humas Polda Papua
Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Victor Mackbon didampingi Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear pada press rilis pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu. Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik - Polresta Jayapura berhasil mengungkap kasus narkotika senilai dua miliar seberat setengah kilo gram.

Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Victor Mackbon mengatakan, pengungkapan FP pada 17 Juni lalu. Dari tangan FP, polisi menyita barang bukti sabu seberat 252,48 gram.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan penyelidikan di lapangan. Didapatkan informasi, narkotika jenis sabu yang diterima FP sebanyak setengah kilogram dikirim dari Makassar melalui jalur laut.

"Tim kemudian berhasil mengamankan seorang pria berinisial FA di Kelurahan Tanjung Ria Distrik Jayapura Utara," ujar Victor pada press rilis, Senin (8/7/2024).

Dari penangkapan tersebut kembali tim opsnal mengamankan barang bukti sabu sebanyak 150 gram yang telah diserahkan FA kepada FP dan disimpan di kos-kosan seputaran Abepura. 

"Barang yang ditemukan tersebut merupakan bagian dari setengah kilogram sabu yang dikirim dari Makassar," katanya. 

Dari setengah kilogram barang haram tersebut, sebelum dilakukan penangkapan awal terhadap FP, sebanyak 100 gram sabu telah didistribusikan atau beredar.

Kini kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup dan atau pidana paling lama 20 tahun.

"Jadi dalam kasus ini, ada dua tersangka yakni FP dan FA. Modus operandi yang digunakan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut disimpan di dalam koper, sementara untuk motifnya akan diedarkan di Kota Jayapura dan sekitarnya," ujar Kapolresta.

Polisi masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut termasuk peredaran narkoba yang ada di Kota Jayapura. 

"Tidak ada negosiasi atau toleransi untuk narkoba. Akan kami kembangkan dan terus lakukan penindakan terhadap mereka yang mengedarkan barang-barang haram tersebut di wilayah Kota Jayapura," pungkasnya. (Eka)




Bagikan :