Polres Mimika Terjunkan Tim Selidiki Kelangkaan Minyak Tanah
Papua60detik - Aparat kepolisian akan menyelidiki kasus kelangkaan minyak tanah (Mitan) di Mimika yang terjadi sejak November lalu.
Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata mengatakan tengah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan penyebab langkanya mitan yang meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang jelang Natal 2021 dan tahun baru 2022.
"Polres akan menurunkan tim untuk menyelidiki apakah kelangkaan terjadi karena masalah teknis atau ada oknum yang melakukan penimbunan," ujarnya saat ditemui Papua60detik di ruang kerjanya, Senin (6/12/2021).
Pertamina sendiri sudah mengonfirmasi, pasokan ke agen Mitan di Timika selalu lancar dan sesuai kuota. Tapi beberapa pangkalan mengaku tak dapat jatah Mitan.
Karena kelangkaan ini, di Kota Timika harga Mitan melonjak tinggi. Per lima liter, harga ecerannya bisa sampai Rp60 ribu. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp5 ribu per liter.
Disperindag yang bertugas mengawasi distribusi BBM mengaku tak paham sebab kelangkaan Mitan ini. Baru-baru ini Disperindag menerbitkan kebijakan melarang penjualan eceran BBM jenis Mitan dan petralite.
"Ini meresahkan, solar langka, minyak tanah langka. Kita belum pernah dipanggil (Pemda Mimika), tapi kita akan bertindak apalagi kalau sudah meresahkan dan menimbulkan gangguan kamtibmas," kata Kapolres.
Selain Mitan, Polres Mimika bakal mengawasi distribusi bahan pokok lain, yang terbukti menimbun akan ditindak tegas.
"Kita akan tindak. Itu ada aturan. Kita imbau dulu. Itu terkait dengan Disperindag. Tapi kalau sudah menimbulkan itu (gangguan) kita akan ambil langkah hukum," tegasnya.
Era meminta kerja sama warga melaporkan jika mengetahui informasi penimbunan Mitan dan bahan pokok lainnya. (Salmawati Bakri)