Polres Nabire Amankan 62 Motor Curian, Tangkap 7 Pelaku
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu dan jajaran pada konferensi pers di Mapolres Nabire, Kamis (6/8/2026) sore. Foto : Elia Douw/Papua60detik
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu dan jajaran pada konferensi pers di Mapolres Nabire, Kamis (6/8/2026) sore. Foto : Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Polres Nabire berhasil mengungkap delapan kasus tindak pidana 3C (curanmor, curas, curat) selama pelaksanaan Operasi Sikat Noken 2026 yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 10 Agustus 2026. Hingga hari ke-14 operasi, sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja penyidik Polres Nabire bersama Tim Resmob dan Tim Khusus Polda Papua Tengah.

Dari tujuh tersangka, dua orang diduga merupakan anggota kelompok yang dijuluki 'Geng Kapak'. Kelompok ini disebut selalu menggunakan kapak saat melakukan aksi pencurian dengan kekerasan.

Kapolres menjelaskan, kedua pelaku berinisial AE dan ME. Mereka diduga terlibat dalam sedikitnya tiga laporan polisi. Kasus tersebut terjadi pada 29 Juli 2026 dan 3 Agustus 2026. Salah satu pelaku berinisial AE muncul dalam lebih dari satu perkara. 

Kapolres menyebut dalam operasi ini, polisi mengamankan sebanyak 62 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Barang bukti tersebut terdiri dari 45 sepeda motor matic dan 17 sepeda motor jenis sport.

"Dari jumlah tersebut, tujuh laporan polisi telah memiliki barang bukti kendaraan yang berhasil diamankan. Selain itu, kami juga menemukan sembilan unit sepeda motor di lapangan yang hingga kini belum ada laporan kehilangan dari pemiliknya," ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Nabire, Kamis (6/8/2026) sore. 

Kapolres mengimbau agar masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor segera melapor ke Polres Nabire. Laporan tersebut akan membantu penyidik mencocokkan kendaraan yang ditemukan dengan laporan tindak pidana yang diterima. 

"Polisi juga menemukan beberapa kendaraan yang nomor rangka maupun nomor mesinnya telah dirusak atau dikikis oleh pelaku. Kondisi itu menyebabkan proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui asal-usul kendaraan," katanya.

Menurut Kapolres, Operasi Sikat Noken masih terus berlangsung dengan sasaran utama para pelaku kejahatan 3C. Pihaknya juga terus melakukan pengembangan terhadap jaringan pelaku lainnya yang diduga masih beraksi di wilayah Kabupaten Nabire.  

"Selain melakukan penegakan hukum, Polres Nabire juga mengevaluasi pola kejahatan yang terjadi selama operasi berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat," kata Kapolres.

Ia mencontohkan, pada kasus curanmor masih banyak pemilik kendaraan yang meninggalkan kunci kontak pada sepeda motor. Sementara pada kasus curas, korban umumnya beraktivitas seorang diri pada jam-jam rawan. 

"Untuk kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku memanfaatkan kondisi rumah yang kurang aman, seperti kendaraan yang diparkir di halaman depan saat malam hari tanpa pengawasan," ujarnya. 

Polres mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan kendaraan maupun barang berharga lainnya.

la menambahkan, Nabire kini bukan hanya berstatus sebagai kabupaten, tetapi juga ibu kota Provinsi Papua Tengah yang menjadi pusat aktivitas tujuh kabupaten lainnya. Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi dan turut memengaruhi dinamika keamanan. (Elia Douw)