PPKM Turun Level, Bus SDO PT Freeport Tetap Ketat
Bus SDO PT Freeport Indonesia. Foto: Fachruddin Aji/papua60detik
Bus SDO PT Freeport Indonesia. Foto: Fachruddin Aji/papua60detik

Papua60detik - Meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Mimika sudah turun ke Level III, PT Freeport Indinesia (PTFI) enggan kendur soal pencegahan penularan covid-19.

Misalanya Bus Shift Day Off (SDO), aturannya masih ketat saja.

"Kita sudah kurangi SDO Bus, dan tidak serta merta juga (PPKM Level III) karyawan bisa bebas turun (ke Mimika)," kata Vice President Government Relations PTFI, Jonny Lingga, Jumat (20/08/2021).

Ia beralasan, pembatasan ketat bus SDO buat menjaga kesehatan pekerja dan masyarakat di Mimika juga.

"Itu pun atas saran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Kalau dilepas gitu aja kan tidak bagus. Pelan-pelan dilihat juga keadaan, kita berikanlah napas sedikit bagi tenaga kesehatan," ujarnya.

Selain pembatasan bus SDO, PTFI tetap ketat pada penerapablb potokol Kesehatan dan sedang menggenjot vaksinasi. Targetnya, cakupan vaksinasi bisa mencapai 85 persen pada akhir Oktober.

"Ada kompensasi tambahan kalau mereka tidak turun, dalam gaji dia, atau insentiflah," kata Jonny

Berdasarkan data kasus aktif per 19 Agustus 2021, di area PTFI tersisa 42 kasus. Yang dirawat di rumah sakit ada 9 orang. Lima pasien dirawat di RS Tembagapura, empat pasien Klinik Kuala Kencana.

"Yang di klinik gejala ringan dan sedang, kalau di Tembagapura masih ada dua pasien yang di ICU," tuturnya.

Selama kurang lebih 1,5 tahun pandemi covid-19, sudah 16 pekerja PTFI meninggal dunia. Lima orang meninggal di tahun 2020 dan angkanya naik,11 orang  di tahun 2021. (Fachruddin Aji)