Program TBC di Mimika Tak Capai Target
Penanggung Jawan Program TBC Dinkes Mimika, Kamaludin.
Penanggung Jawan Program TBC Dinkes Mimika, Kamaludin.

Papua60detik - Dinas Kesehatan Mimika menggelar monitoring dan evaluasi program TBC 2019-2020 bagi Puskesmas dan rumah sakit di Hotel Horison-Diana, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan data pasien di Sistem Informasi Tubercolosis (SITB Online), pada tahun 2019 telah menangani dan mengobati pasien sebanyak 1.775 pasien. Kemudian pada tahun 2020 baru menangani pasien sebanyak 1.156.

Penanggung Jawan Program TBC Dinkes Mimika, Kamaludin mengatakan, Dinkes Provinsi Papua sendiri menargetkan Mimika menangani dan mengobati sebanyak 1.910 pasien pada tahun 2019 dan 2020.

"Sebenarnya masih ada gap," ujarnya.

Ia mengatakan pandemi menjadi salah satu kendala utama mengejar target program TB. Beberapa kegiatan tidak dapat dilakukan seperti screening massal dan kunjungan rumah yang dibatasi karena pandemi

Selain itu, pembaharuan sistem yang tadinya offline menjadi online, menurutnya menjadi salah satu kendala.

"Faktor lain itu karena masyarakat takut mengatakan sedang batuk karena nanti dikira covid. Soalnya gejalanya agak mirip. Kemarin juga pindah dari offline ke online, jadi harus pendataan lagi," ungkapnya.

Ke depan menurutnya, Dinkes dan Mitra akan meningkatkan investigasi kontak, dan memanfaatkan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK) pada program TBC.

"Kita akan kerjasama dengan program lain dengan PISPK kan kunjungan tuh dari rumah ke rumah, TBC masuk dalam situ juga. Kemudian kunjungan ke lapangan untuk meningkatkan capaian temuan kasus," jelasnya.

Kamaludin mengungkapkan, TBC adalah penyakit yang berbahaya karena menular melalui udara. Selain itu dapat menular bahkan pada balita.

Maka dari itu, Ia mengimbau kepada masyarakat waspada. Jika batuk selama dua minggu segera mengunjungi fasilitas kesehatan.

"Jangan anggap remeh batuk itu. Pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas itu gratis," tutupnya. (Fachruddin Aji)