PT Freeport Buka Pojok Kopi Papua, Bisa Racik Sendiri dan Gratis
Papua60detik - Memiliki potensi nilai ekonomi yang menjanjikan, PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan berkolaborasi mengembangkan perkebunan kopi.
Tercatat sejak tahun 2000 perkebunan kopi di Mimika terus mengalami perluasan dan di tahun ini akan dikembangkan menjadi 300 hektar.
Melihat potensi kopi Mimika tak kalah dengan daerah lain, PT Freeport dan Pemda membuka Pojok Kopi Papua, Rabu (27/4/2022) untuk promosi sehingga kopi Papua dikenal lebih luas baik di Indonesia sampai luar negeri.
Dalam promosinya mereka menggandeng beberapa pengusaha kopi seperti Waanal Cafe, Maoke Cafe, Amuro Coffee, dan beberapa pengusaha lainnya dengan hasil kopi-kopi terbaiknya.
Pojok Kopi Papua ini dibuka di Rimba Papua Hotel, Bandara Moses Kilangin, dan secara bertahap di wilayah dan komunitas PTFI termasuk di Jakarta.
Kopi yang disediakan dapat dinikmati secara gratis dan dibuka untuk umum.
Direktur & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan tujuan promosi ini adalah untuk membantu petani dan pengusaha kopi mengembangkan sayap usahanya dan sebagai quality of life karyawan PTFI.
“Jadi ada dua tujuan pertama tadi bantu teman-teman dari petani kopi dari Pemda yang sudah punya program, kemudian yang kedua untuk quality of life dari karyawan kita,” katanya.
Selain dipromosikan di Indonesia, PT Freeport kata Claus juga akan mempromosikannya sampai ke kantor PTFI di Amerika.
"Dengan begitu maka kopi Papua khusus Mimika bisa semakin dikenal dan permintaan akan meningkat dan bisa mendorong ekonomi masyarakat petani yang ada di Mimika bahkan Papua secara umum," ucapnya.
Kepala Distanbun Mimika, Alice Wanma mengatakan, komoditas kopi di Kabupaten Mimika memang terbilang baik. Produksinya pun mulai meningkat.
Kopi di Kabupaten Mimika ada dua yakni robusta yang didapatkan dari dataran rendah dan arabika dari dataran tinggi.
“Semoga dengan Pojok Kopi Papua ini ke depan permintaan kopi mulai meningkat, karena ketika ada peningkatan maka petani akan semangat juga untuk membudidayakannya,” tutupnya.
Selain melalui Pojok Kopi Papua, promosi kopi Mimika juga akan dilakukan dengan membagikan informasi melalui jaringan dan media PTFI. (Anti)