Puskesmas Kokonao Tanpa Dokter, Nurse yang Diagnosa Penyakit
Puskesmas Kokonao di Distrik Mimika Barat. Foto: Burhan/ Papua60detik
Puskesmas Kokonao di Distrik Mimika Barat. Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Sudah tiga bulan tenaga dokter di Puskesmas Kokonao meninggalkan tempat tugas. Karena dokter hanya satu, Puskesmas Kokonao kini melayani warga tanpa dokter.

"Kami punya dokter ini yang masih belum jelas. Dia keluar kemarin, saya sudah bikin surat panggilan. Sudah tiga bulan lebih, kata Kepala Puskesmas Kokonao, Muhammad Muri, Sabtu (23/4/2022).

Karena tak ada dokter, diagnosa dan pemberian resep dikerjakan oleh nurse senior di Puskesmas.

Padahal Puskesmas Kokonao berstatus Puskesmas perawatan. Ruang rawat inapnya ada tiga, masing-masing dua tempat tidur. 

Muri mengatakan, Puskesmas Kokonao paling minimal punya dua orang dokter.

"Kami juga kekurangan tenaga analis. Tapi pak Kadis sudah jawab, redistribusi besok ini sudah ada," katanya.

Apalagi, Puskesmas Kokonao tak hanya melayani warga dari wilayahnya saja. Warga Keakwa sampai Distrik Mimika Barat Jauh, katanya, kerap berobat ke Kokonao.

"Kami putuskan, waktu rawat paling lama seminggu, selanjutnya rujuk. Kalau malaria rawat inapnya tiga hari saja," katanya.

Nakes Puskesmas Kokonao kisaran 70 orang, termasuk petugas Pustu Aparuka. Khusus di Aparuka, belum ada bangunan Pustu di sana. Lama tempuhnya minimal dua jam dengan perahu. Petugas ke sana hanya sesekali, paling sering warga Aparuka yang ke Kokonao.

"Petugas yang naik turun ke sana, kami tidak punya transportasi. Bangunan Pustu juga tidak ada di sana," kata Muri. (Burhan)