Reynold Ubra: Belajar Tatap Muka Berisiko
Papua60detik - Rencana belajar tatap muka terancam batal dilkakukan. Padahal sejumlah sekolah sudah bersiap diri memenuhi segala syaratnya.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, kasus covid-19 pada anak yang beberapa waktu lalu terbilang rendah, kini malah naik.
"Terhitung dalam minggu ke 18 (Mei) sampai tanggal 1 Juli sudah hampir 30 anak pada kelompok usia 0 bulan sampai 10 hari sudah terpapar," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra usai kegitan vaksinasi massal di Kuala Kencana, (2/7/2021).
Mendalami fenomena ini, Dinkes masih akan mengirim spesimen ke Provinsi Papua guna penelitian lebih lanjut.
Tapi menurutnya, pola penularannya masih sama dengan kasus biasa terjadi, yaitu melalui kontak langsung dengan pasien covid-19.
"Mudah - mudahan ini bukan varian baru, maka dari itu orang tua yang membawa anak, kalau dulu anak tidak pakai masker, sekarang anak harus pakai masker, kalau dulu anak tidak swab, sekarang anak harus swab," jelasnya.
Dengan fenomenna ini, Reynold mensinyalir belajar tatap muka belum bisa dilaksanakan sebab akan berisiko terhadap anak meski guru sudah divaksinasi.
"Varian baru itu justru yang berisiko adalah anak, bahkan akan meningkatkan case fatality rate, sehingga kedua sub populasi (guru dan anak) ini diberikan perlindungan yang sama yaitu dengan vaksinasi," ungkapnya.
Dinkes Mimika telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait vaksininasi covid-19 pada anak usia 12-17 tahun. Teknis pelaksanaannya sementara disusun. (Fachruddin Aji)