Sekolah di Kabupaten Puncak Dilaporkan Dibakar
Ilustrasi bangunan terbakar
Ilustrasi bangunan terbakar

Papua60detik - Bangunan SD, SMP, SMA di Kabupaten Puncak hangus dibakar, Kamis (8/4/2021).

Dalam rilis Humas Satgas Nemangkawi, Jumat (9/4/2021) dini hari, disebutkan sekolah tersebut diantaranya SD Inpres Kemalbet, Jambul, SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Beoga pada Kamis sore sekitar pukul 18.15 WIT.

"KKB pimpinan Nau Waker membakar SD, SMP, SMA di Puncak Jaya, Papua sore tadi. Aksi ini dilakukan Nau Waker cs setelah diburu TNI-Polri di Intan Jaya," jelas dalam rilis tersebut.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudussy mengatakan Polri telah menyematkan status DPO terhadap kelompok Waker, termasuk salah satunya Nau Waker.

"Kelompok Waker diduga lari ke daerah Beoga karena posisinya terdesak oleh aparat TNI-Polri. Pembakaran tiga sekolah dilakukan Nau usai memeras warga Beoga," katanya.

Ia memastikan bahwa TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku termasuk pelaku penembakan Oktovianus Rayo (40) seorang guru SD Inpres Kemalbet, Kamis pagi.

Oktovianus Rayo ditembak di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Saat itu, korban sedang menjaga kios dan didatangi KKB dengan membawa senjata laras pendek. Korban meninggal dunia akibat luka tembakan di bagian dada.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyebut pelaku diduga merupakan kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen.

"Dalam menuju ke Ilaga mereka melakukan penembakan terhadap seorang guru. Begitu teganya kelompok ini melakukan penembakan terhadap guru yang kita lindungi dan kita jaga karena merekalah yang mencerdaskan sumber daya manusia Papua," ujarnya.

Ia mengatakn, selaku Kapolda, dirinya mengutuk keras tindakan kejam tersebut dan akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum.

"Aparat yang berada di sana akan melakukan pendekatan persuasif. Kami akan menyusun kekuatan untuk naik ke Ilaga guna melakukan penindakan dan mudah-mudahan ini dapat selesai. Yang bukan masyarakat ilaga bisa di keluarkan dari daerah tersebut," ujarnya. (Salmawati Bakri)