Serangan di Mugi, Satu Prajurit TNI Gugur & Empat Belum Ditemukan
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik


Papua60detik -  Satu prajurit TNI yakni Pratu Miftahul Arifin yang gugur dalam serangan kelompok bersenjata di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan berhasil dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023).

Selain almarhum Miftahul, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap ada korban lain. 

Serangan kelompok bersenjata terhadap 36 prajurit TNI di Distrik Mugi juga mengakibatkan 4 prajurit mengalami luka tembak dan luka karena jatuh. Sementara empat lainnya hingga kini belum diketahui nasib dan keberadaannya.

"Sampai saat ini kami masih mencari empat personel tersebut," ujarnya dalam konferensi pers usai melihat proses evakuasi para korban di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika. 

Ia mengatakan, puluhan prajurit tersebut melaksanakan tugas pengamanan dan penyelamatan pilot Susi Air yakni Kapten Philip Mark Mehrtens yang masih disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. 

Penanganan dengan pola soft approach pun kini dievaluasi lantaran pihak kelompok bersenjata terus melakukan penembakan dan penyerangan. 

"Karena kontak tembak terus, jadi naluri prajurit untuk tempur itu muncul," ujar Yudo.

Ia mengatakan, akan dilakukan rotasi pergantian pasukan termasuk Satgas Damai Cartenz yang terlibat dalam misi tersebut.

"Kita akan tarik dan kita ganti yang baru. Tidak ada penebalan ataupun alutsista tambahan," kata Yudo. (Amma)