SMP Mapar Mengadu ke DPRD, Kesulitan Alat Transportasi
Thobias Maturbongs. Foto: Dok/ Papua60detik
Thobias Maturbongs. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Pihak SMP Mapar Distrik Mimika Barat Tengah mengeluhkan sulitnya alat transportasi di wilayah tugas mereka.

Anggota DPRD Mimika Thobias Albert Maturbongs yang menerima keluhan itu mengatakan, para guru kesulitan saat hendak melakukan perjalanan, ke Kota Timika misalnya.

"Kemarin mereka datang mengadu ke sini," ujar Thobias Jumat (9/6/2023). 

Menurutnya, para guru yang tugas di wilayah pedalaman sudah selayaknya mendapat perhatian khusus pemerintah. Perhatian, salah satunya dengan alat transportasi yang mendukung tugas para guru.

"Jadi mereka kalau mau datang ke kota (Timika)  sini nebeng perahu nelayan satu orang dikenakan biaya Rp4,5 juta," katanya. 

Thobias mengatakan, pemerintah seharusnya menyiapkan alat transportasi yang aman agar tak lagi ada guru yang jadi korban keganasan Laut Arafura.

"Dinas Pendidikan perhatikan ini, kita tidak mau lagi ada korban banyak hanya karena terkendala di transportasi," paparnya.

Bahkan menurutnya, para guru di wilayah pedalaman layak mendapat insentif lebih (Eka)