Soal Lockdown, Mimika Ikut Keputusan Provinsi
Papua60detik - Peningkatan kasus covid-19 di hampir semua wilayah di Pulau Jawa menimbulkan kekhawatiran masyarakat di Provinsi Papua, khususnya Mimika.
Menanggapi peningkatan kasus itu, isu lockdown seperti di masa awal pandemi kembali mengemuka.
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan penerapan lockdown maupun pembatasan aktivitas lainnya menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Papua.
Apapun keputusan Gubernur Papua, Mimika siap menerapkannya. Jika keputusannya adalah lockdown, maka bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk akan ditutup.
“Kita tutup supaya tidak ada yang masuk ke Timika. Di Jakarta kasus lagi tinggi,” katanya saat ditemui di Hotel Grand Mozza, Sabtu (26/6/2021).
Yang pasti, kebijakan final Pemkab Mimika akan diputuskan melalui rapat. Termasuk soal waktu pembatasannya.
“Kami belum rapatkan. Kita rapatkan dan ikut keputusan dari provinsi,” tutupnya.
Menyikapi peningkatan kasus covid-19, pemerintah pusat menutup peluang pemberlakuan lockdown. Presiden Jokowi memilih mengutamakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hinggga level komunitas.
Peningkatan kasus ini ditengarai karena varian baru covid-19 yang disebut varian delta.
Kamis (24/6/2021) kemarin, laporan harian kasus covid-19 di Indonesia pecah rekor dengan angka mencapai 20.574. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus covid-19 sudah lebih dari dua juta orang.
Di hari yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Robby Kayame memastikan covid-19 varian delta belum ditemukan di Papua.
Namun ia mengatakan cepat atau lambat, varian yang disebut lebih cepat menular ini pasti akan masuk Papua. (Anti Patabang)