Soal Smart City, Wabup John Nilai OPD Kurang Inovatif
Papua60detik - Menjadi satu dari 25 kabupaten/kota pilot project smart city sejak 2016, Mimika sampai sekarang masih berkutat pada soal kerja sama terintegrasi lintas sektor antar OPD.
Tak hanya sampai di situ, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkap, masih kurang inovasi dari setiap OPD dalam mendukung smart city.
Smart city jelasnya, mengharuskan pemerintah berinovasi dalam pelayanan tanpa membebani masyarakat.
"Inovasi berupa program layanan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini,” kata John, Kamis (3/6/2021).
Hanya beberapa OPD yang menurutnya telah mendukung Mimika menuju smart city, seperti yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan dan Badan Pendapatan Daerah.
Dinas Dukcapil misalnya, punya banyak inovasi layanan digital yang memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan.
“Masyarakat yang ada di pedalaman saat ini juga tidak lagi jauh- jauh ke kota untuk mengurus adminduk, karena dinas teknis (Disdukcapil) langsung melakukan pelayanan jemput bola ke setiap distrik, apalagi masyarakat yang ada di kota tinggal mengaksesnya secara online," katanya.
Salah satu wujud positif dari penerapan inovasi serta digitalisasi pelayanan publik di sektor adminduk adalah dalam kurun waktu satu setengah tahun, cakupan warga yang memiliki e-KTP meningkat dari 64 persen menjadi 74 persen.
“Tentunya kita akan terus melakukan terobosan- terobosan dan inovasi- inovasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat yang efektif, efesien dan tidak membuat beban masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap semua OPD yang ada di lingkungan Pemkab Mimika dapat melakukan inovasi- inovasi baru untuk mendukung smart city. (Fachruddin Aji)