Soal Varian Delta, Dinkes Masih 'Meraba-raba'
Ilustrasi covid-19
Ilustrasi covid-19

Papua60detik - Guna memastikan masuknya covid-19 varian baru di Mimika, Dinas Kesehatan sedang mengupayakan memperbanyak pengiriman sampel spesimen pasien ke lembaga penelitian yang berwenang.

Hal tersebut penting agar penanganan medis ke pasien bisa lebih cepat dan menurunkan angka kematian yang terus meninggi.

"Sekarang ini kan kita masih meraba-raba (covid-19 varian baru). Saya selalu sampaikan kemungkinan delta kalau ditanya, karena bisa saja yang lain," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupten Mimika Reynold Ubra, Senin (26/7/2021).

Dinkes Mimika telah mengirim spesimen pasien ke lembaga penelitian Eijkman dan Litbangkes Jayapura. Untuk mengetahui hasilnya, membutuhkan waktu sebulan.

Fasilitas kesehatan yang membuka layanan tes usap RT PCR pun diminta meningkatkan angka testing minimal 400 spesimen per hari tiap di satu fasilitas kesehatan.

"Jadi minimal kita sehari ada 1200 yang diperiksa, kemudian hasilnya dirujuk, entah ke Eijkman Institut, atau ke Litbangkes Kementerian Kesehatan, dan Litbangkes Jayapura," ujarnya.

Bagaimana  caranya melakukan tes RT PCR ke warga sebanyak itu, ia tak jelaskan detilnya.

Sejaka Juli, pertambahan kasus covid-19 di Timika meningkat signifikan. Soalnya peningkatan kasus itu diikuti meningkatnya pasien gejala berat sampai kritis.

Jumlah kematian sampai 25 Juli sebanyak 48 kasus atau 2,98 persen dari 1.610 kasus selama bulan ini. Terbanyak di tanggal 19 Juli yakni 9 kasus.

Kuat dugaan rentetan kejadian ini disebabkan varian baru covid-19. Tapi di Papua, baru Merauke yang telah memastikan penularan covid-19 varian delta. (Fachruddin Aji)