Stasiun Pemancar TVRI Mulai Dibangun di Mimika
Peletakan batu pertama stasiun TVRI Mimika oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Senin (25/4/2022). Foto: Anti/Papua60detik
Peletakan batu pertama stasiun TVRI Mimika oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Senin (25/4/2022). Foto: Anti/Papua60detik

Papua60detik - Stasiun TVRI yang sudah lama direncanakan akhirnya akan segera dibangun di Jalan Poros Mayon depan Yonif 754 ENK Kampung Jayanti, Distrik Kuala Kencana.

Peletakan batu pertamanya dilakukan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng disaksikan Koordinator Infrastruktur Penyiaran Pita Lebar Kemenkominfo, Indra Siswoyo, Perwakilan Stasiun TVRI Papua, Didik Kusjatmika dan Forkopimda, Senin (25/4/2022).

Pembangunan dilakukan berdasarkan nota kesepakatan LPP TVRI dengan Pemda Mimika tentang pinjam lahan No 1/MoU/15/TVRI/2021 No 180/775 yang ditandatangani Direktur Umum TVRI dan Sekda Mimika di Jakarta pada tanggal 11 November 2021.

Bangunan yang akan dibangun di atas luas lahan 50x50 meter ini dikerjakan PT Dwi Gemilang Cipta Mandiri.

Koordinator Infrastruktur Penyiaran Pita Lebar Kemenkominfo, Indra Siswoyo mengatakan Mimika adalah lokasi pertama yang dipilih Kominfo untuk dibangun infrastruktur lengkap TVRI seperti gedung, ruang pemancar, ruang genset, menara, dan perangkat sistem digital untuk kemudian menjadi stasiun transmisi LPP TVRI Mimika.

“Di Mimika itu paket komplit karena respon Pemdanya cepat,” katanya.

Pembangunan stasiun pemancar ini ditargetkan selesai September 2022.

“Terima kasih kepada Kementerian Kominfo. Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan stasiun ini cukup besar, sehingga kalau kami tidak didukung kementerian mungkin kami tidak sanggup membangun,” kata Perwakilan Stasiun TVRI Papua, Didik Kusjatmika 

Sementara itu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan, pembangunan stasiun TVRI di Mimika untuk memberikan pelayanan informasi pendidian, hiburan, kesehaatn serta melestarikan budaya untuk kepentingan seluruh lapisan masyarkat melalui penyiarannya yang menjangkau masyarakat.

Ia berharap pembangunannya bisa selesai sesuai rencana sehingga bisa beroperasi Oktober.

“Kita harapkan pemanfaatan atau pembuatan program produksi atau konten bukan hanya akan dilaksanakan TVRI dan Pemda saja terapi dapat dimanfaatkan juga oleh seleuuh pihak lembaga dan masyatakat,” tutupnya. (Anti)