Stok Daging di Timika Menipis Jelang Natal
Capt: Daging di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Capt: Daging di Pasar Sentral Timika. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) stok daging sapi di Pasar Sentral Timika menipis. Pengiriman dari Surabaya belum masuk hingga saat ini.

Hal ini pun berdampak pada harga yang naik Rp10 ribu dari sebelumnya Rp120 ribu per kilo kini menjadi Rp130 ribu per kilo.

Para pedagang yang ditemui Papua60detik.id, Selasa (7/12/2021) mengatakan, stok daging sapi yang mereka miliki saat ini tidak bisa bertahan hingga hari Natal nanti.

“Semoga minggu ini bisa masuk. Stok masih ada tapi tidak banyak,” kata Akmal salah seorang pedagang.

Ia mengatakan selain karena stok menipis, harga pengambilan dari agen juga pengaruhi naiknya daging sapi. 

“Dari agen juga sudah baik siih Rp125 ribu dari sebelumnya Rp110 ribu. Mungkin karena pengambilan dari Surabaya juga naik,” ungkapnya. 

Sementara untuk stok tulang sapi yang juga selalu menjadi incaran ibu rumah tangga pada Nataru harganya masih aman Rp70 ribu per kilogram. Daging ayam beku masih juga masih normal Rp35 ribu per kilo.

Hal senada jug diungkapkan Wahyu, seorang pedagang daging di Pasar Sentral yang mengaku kenaikan harga terjadi karena stok yang mulai menipis. 

Ia memprediksi jika stok belum juga masuk, maka kemungkinan besar harga daging sapi akan semakin melambung.

“Tapi semoga minggu ini kapal masuk. Karena saya dengar-dengar ada yang akan masuk,” tuturnya.

Adapun untuk harga daging babi yang juga selalu laris saat Nataru kini juga sudah mulai naik Rp100 ribu dari sebelumnya Rp90 ribu per kilonya. (Anti Patabang)