Tak Ada Tempat Tinggal, Korban Kebakaran Gorong-gorong Sempat Tidur di Emperan
Papua60detik - Sejak kos-kosan yang ditempati tinggal Mama Reny Fuatubun di area Gorong-Gorong terbakar, ia bersama satu kepala keluarga sesama korban terpaksa tidur di emper jalan.
Mama Reny yang ditemui Papua60detik di bekas bangunan yang terbakar, Jumat (21/5/2021), mengungkap terpaksa tidur di emperan selama tiga malam berturut-turut hingga akhirnya mendapat tumpangan ruang kosong di sebuah ruko yang juga sempat terbakar.
"Saya dan suami beserta anak dan menantu saya terpaksa tidur di pinggir toko selama tiga malam. Semuanya hangus sisa pakaian di badan saja. Kami ada dua KK yang terpaksa tidur di emperan. Kasihan kami tadah abu, tadah hujan," katanya.
Mama Reny yang mengemban tugas sebagai ibu rumah tangga. Suaminya berprofesi sebagai pendulang. Ia menaksir kerugian yang dialami keluarganya kisaran puluhan juta rupiah. Dokumen-dokumen penting mereka pun ikut jadi abu.
"Bersyukur untuk administrasi kependudukan sementara diganti Dinas Dukcapil yang langsung dilayani di posko TKP kebakaran," ujarnya.
Meski diakuinya, Dinas Sosial sempat memberi bantuan berupa beras dan mie instan, namun dirinya bersama korban lainnya berharap adanya perhatian khusus untuk tempat tinggal agar keluarganya punyai tempat berlindung dan melanjutkan hidup.
"Kami sangat berterima kasih, tapi kami butuh tempat tinggal ke depannya," harapnya.
Beruntung selama tidur di emper jalan, ia dan keluarga tidak kesulitan makanan lantaran terdapat posko dapur umum yang didirikan oleh sejumlah ibu-ibu kerukukan Pilar Pangkep KKSS.
Setiap hari, ibu-ibu itu memasak makanan dari bahan yang dipasok dari masyarakat secara swadaya. (Salmawati Bakri)