Tekan Kasus Malaria, Puskesmas Timika Turun Pemeriksaan Massal
dr Mozes Untung sedang menjelaskan tentang kasus Malaria, Foto: Martha/ Papua60detik
dr Mozes Untung sedang menjelaskan tentang kasus Malaria, Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Data Puskesmas Timika menunjukkan malaria masih menjadi penyakit yang wajib diwaspadai. Tahun lalu, malaria menempati urutan kedua kunjungan pasien setelah ISPA di Puskesmas Timika.

"Sebenarnya penyakit Malaria tidak mengalami peningkatan. Tetapi, kedua kasus ini (ISPA dan Malaria) mendominasi di tahun lalu. Dan kemungkinan besar akan berlanjut di tahun ini," kata Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung, Jumat (2/2/2024).

Tahun lalu, Puskesmas Timika mencoba metode baru menangani penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini. Petugas turun lapangan melakukan pemeriksaan massal terhadap semua kampung dan kelurahan yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Timika. Ada gejala atau tidak, sehat atau sakit, semua diperiksa. Targetnya, 80 persen populasi diperiksa.

"Datanya masih belum selesai kami rangkum. Hasilnya masih belum terlihat, karena kami terakhir jalan di Desember dan sementara ini masih proses pengerjaan agar bisa segera mempublikasikannya. Di suatu kelurahan berapa orang yang diperiksa dan berapa persentase malarianya," terang Mozes.  

Langkah lain yang dilakukan petugas adalah survei jentik untuk mengetahui daerah  perkembangbiakan jentik. Daerah itu kemudian diintervensi dengan memberantas jentiknya.


Sulitnya menurunkan kasus malaria menurutnya karena faktor perilaku warga yaitu tidak tuntas mengonsumsi obat.

"Jika obat tidak habis, Kemungkinan dia akan terulang lagi dan kambuh lagi. Dan kemudian kesadaran masyarakat juga untuk menjaga lingkungan. Seandainya kita rutin secara mandiri memberantas sarang nyamuk di lingkungan rumah kita, seminggu sekali, pasti malaria bisa kita cegah," ujar mozes. 

Puskesmas Timika sudah memiliki rencana khusus penanganan malaria tahun ini, yaitu tetap melakukan screening aktif maupun pasif. Di dalam gedung maupun melakukan pemeriksaan massal di kampung-kampung.

Kemudian survei larva, jentik nyamuk lalu memberikan larvasida, membagikan kelambu dan penyemprotan. Dan tidak lupa memantau bagaimana si pasien menghabiskan obat. (Martha)