Temuan Puskesmas Timika: Hipertensi Kian Banyak di Usia Muda
Papua60detik - Puskesmas Timika mencatat sepuluh besar kasus penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerjanya pada tahun 2025 masih memiliki pola sama dengan penyakit di tahun-tahun sebelumnya.
10 penyakit tersebut adalah malaria, ISPA, tuberkulosis (TB), hipertensi, diabetes melitus, myalgia, OBS, febris, CC, dispepsia, serta kelainan pulpa dan periodontal.
Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung mengatakan tantangan terbesar Puskesmas Timika saat ini adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang erat kaitannya dengan faktor metabolik yang dipengaruhi oleh perilaku hidup, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan pola istirahat, selain faktor genetik.
Dari daftar penyakit tersebut, Puskesmas Timika menyoroti adanya pergeseran usia khususnya pada penderita hipertensi. Jika sebelumnya hipertensi umumnya ditemukan pada usia di atas 40 tahun, kini kasus serupa sudah banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.
"Rata-rata usia terkena hipertensi itu semakin turun, semakin muda. Bahkan, penderita hipertensi sudah kita temukan pada usia sekitar 25 tahun. Dulu-dulu mungkin kita beranggapan umur 40-an baru kena," ujar dr Mozes Untung saat diwawancarai, Selasa (13/01/2025).
Melalui program Medical Check Up (MCU), Puskesmas Timika telah memeriksa sekitar 2.000 sasaran dengan usia di atas 18 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan kendala terbesar ada pada kondisi gangguan metabolik yang belum menimbulkan penyakit, namun sudah termasuk faktor risiko atau kondisi pra-penyakit.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Aktivitas fisik yang cukup, konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan gula, membatasi makanan siap saji.
Sementara untuk penyakit degeneratif juga sudah mulai ditemukan meskipun belum masuk ke masalah penyakit tersebar. Namun, Puskesmas Timika terus berupaya menekan angka rujukan dengan melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko di masyarakat.
"Kita selalu imbau ke masyarakat dan terus melakukan deteksi lebih dini. Kalau tidak, penyakit diabetes dan hipertensi jika tidak ditangani akan mengarah ke jantung, ginjal, maupun stroke," pungkasnya. (Martha)