Terbang Bersama Garuda Tak Lagi Wajib PCR
Papua60detik - Penerbangan maskapai Garuda Indonesia selama jelang Natal dan Tahun Baru di Desember ini masih tetap normal. Dari 150 kursi kelas ekonomi dan 12 kursi kelas bisnis, yang terisi rata-rata hanya 60 persen.
Bahkan General Manager Garuda Indonesia Branch Timika, I Nyoman Teguh meyakini kursi yang terisi bisa sampai 100 persen.
“Untuk pemesanan tiket sementara ini ada peningkatan tapi belum maksimal,” ungkapnya saat ditemui di Pelabuhan Poumako, Rabu (8/12/2021).
Khusus untuk semua rute penerbangan, maskapai Garuda kata Nyoman tak lagi mewajibkan penumpang menunjukkan hasil tes PCR sebagai syarat penerbangan. Antigen kini boleh digunakan tetapi hanya berlaku 1x24 jam, sementaar PCR 3x24 jam.
Meski tak wajib PCR, namun para penumpang tetap diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama sebagai kewajiban utama. Pasalnya maskapai Garuda tak lagi menerapkan jaga jarak dalam pesawat.
“Kita sudah tidak terapkan jaga jarak dalam pesawat karena pertama kita sudah wajibkan semua vaksin. Wajibkan sekarang vaksin kedua antigen, kalau pertama PCR. Terus sekarang pesawat kita sudah dilengkapi sistem sirkulasi udara didalam cabin pesawat. Jadi lebih safety,” jelasnya.
Adapun jadwal penerbangan Garuda di Timika masih Senin sampai Sabtu saja, penerbangan di hari Minggu belum ada karena peminatnya belum banyak.
“Kita ada rencana untuk kembali terbang di hari Minggu kalau memang peminatnya kembali meningkat. Artinya kapasitasnya kan 150 itu terisi bagus jadi mungkin kita bisa usulkan untuk minggu,” ungkapnya.
Sementara untuk rute Denpasar hingga kini pun belum dibuka kembali karena operating di Denpasar masih terbatas. (Anti Patabang)