Timika Direpotkan Kasus Impor Covid-19
Papua60detik - Dibukanya kembali penerbangan bagi penumpang membawa konsekuensi logis, yaitu meningkatkan risiko penularan covid-19. Bagaimanapun, virus ini menular karena pergerakan manusia, termasuk melalui penerbangan antar kota.
Antisipasi pemerintah dengan mensyaratkan surat keterangan bebas covid-19 berdasarkan rapid test terbukti tak efektif menyaring calon penumpang sehat dan tidak sehat.
Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-91 Mimika melaporkan tambahan 14 kasus positif baru pada Jumat (24/07/2020). Dan sembilan di antranya adalah kasus impor dari Kota Makassar. Mereka tiba di Timika 21 Juli kemarin.
"Dari 14 kasus, sembilan merupakan kasus impor yaitu delapan dari Makassar kemudian satu dari karyawan yang kembali untuk bekerja. Sisanya adalah kasus di Tembagapura," ungkap Juru Bicara Tim Gugus Mimika, Reynold Ubra, Jumat malam.
Satu dari sembilan orang itu menunjukkan gejala sesak nafas. Setelah dirujuk ke RSUD Mimika dan diperiksa RT PCR, hasilnya ia positif covid-19.
Pihak RSUD kemudian mengundang keluarganya yang juga tiba dari Makassar mengikuti pemeriksaan RT PCR.
"Dan ternyata satu keluarga dinyatakan positif. Tadi siang kami baru melakukan petemuan untuk tracing kontak karena dia adalah penduduk Mimika yang baru tiba dari Makassar," katanya.
Menindaklanjuti kasus itu, Tim Gugus Tugas Mimika akan menyurati pihak maskapai untuk mendapat akses informasi nama-nama dan seat penumpang di penerbangan 21 Juli itu.
Bagi Reynold, penambahan kasus itu merupakan sinyal bagi warga Timika tetap menerapkan protkol kesehatan dengan 3 M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.
Kembali menengok Maret lalu, awal covid-19 masuk di Timika merupakan kasus impor yang kemudian menjalar jadi penularan lokal yang tak terhentikan sampai sekarang.
Apabila masalah kasus impor ini tak bisa ditangani dengan tuntas, tak menutup kemungkinan penularan lokal dan penambahan kasus positif bakal kembali melonjak di Timika.
Apalagi menurut Reynold, di masa new normal saat ini beberapa kegiatan yang mengumpulkan banyak orang sudah tidak lagi mematuhi protokol kesehatan.
"Memang masyarakat sebagian tetap mematuhi protokol kesehatan tapi sebagain besar kami lihat masyarakat sudah merasa situasi ini sudah biasa biasa," ujarnya.
Penambahan 14 kasus itu mau tidak mau berkontribusi pada angka reproduksi efektif kasus covid-19 di Timika. Jika sebelumnya, berada di bawah 0,91, Reynold memprediksi penambahan kasus impor itu bakal membuat angka reproduksi efektif di atas angka 1.
Soalnya, salah satu syarat new normal adalah angka reproduksi efektif kasus covid-19 harus di bawah 1. Status masa new normal kedua di Timika akan berakhir dan dievaluasi 30 Juli nanti.
Per Sabtu 25 Juli 2020, sudah ditemukan 497 kasus positif covid-19 di Kabupaten Mimika. Sebanyak 422 telah dinyatakan sembuh dan 6 pasien meninggal dunia. (Burhan)