Tujuh Hari Pencarian, Marius Tak Kunjung Ditemukan
Hingga hari ketujuh pencarian, Minggu (18/4/2021), tim rescue SAR Timika tak kunjung menemukan Marius Hasegam yang diduga hanyut terseret arus Sungai Mile 28. Foto: Humas SAR Timika
Hingga hari ketujuh pencarian, Minggu (18/4/2021), tim rescue SAR Timika tak kunjung menemukan Marius Hasegam yang diduga hanyut terseret arus Sungai Mile 28. Foto: Humas SAR Timika

Papua60detik - Minggu (11/4/2021) jadi pertemuan terakhir Marius Hasegam dengan keluarganya. Sore hari itu, Marius berangkat ke tempat ia biasa memancing di Sungai Mile 28, Mimika.

Hingga Senin pagi, Marius tak juga pulang. Keluarga yang khawatir, pagi itu juga menyusulnya ke Sungai Mile 28. Keluarga mencari hingga siang. Marius tak ada di sana.

Sore pukul 15:25 WIT, pihak keluarga diwakili Ike Asso melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika. Dugaan sementara, Marius hanyut terbawa arus Sungai Mile 28.

Kepala SAR Timika George L M Randang sore itu juga langsung memberangkatkan dua tim rescue melakukan pencarian. Hingga pukul 18:00 WIT tim rescue belum juga menemukan titik terang.

Esok harinya, pencarian terus dilkakukan. Dalam pengerahan operasi ini, SAR Timika mengerahkan dua unit perahu karet bermesin 25 PK dan satu unit perahu karet arum jeram. Mereka menyisir sungai dari mile 26 hingga mile 8 dan dilanjutkan hingga mendekati muara.

Operasi pencarian  juga sempat didampingi keluarga korban yang ikut naik perahu karet.

Selain melakukan penyisiran menggunakan perahu karet tim sar gabungan juga menyisir daratan pinggir sungai karena saat kejadian Sungai Mile 26 sedang meluap. Tim mengantisipasi, jika saja korban terangkat ke daratan setelah air sungai surut.

Selama pencarian, Tim SAR Timika sempat beberapa kali menghadapi ancaman yang membahayakan seperti derasnya arus sungai hingga buaya.

Hingga hari ketujuh, Minggu (18/4/2021), Marius tak kunjung ditemukan.

"Sehingga setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban dan dilihat lama pencarian korban telah mencapai tujuh hari dan tidak ditemukan tanda tanda keberadaan korban yang sudah sesuai SOP Basarnas, maka operasi SAR terhadap Marius Hasegam diusulkan ditutup," kata George, Minggu malam.

Namun operasi pencarian akan dibuka kembali jika terdapat laporan mengenai tanda-tanda keberadaan pria 59 tahun itu.

"Kami menyampaikan turut prihatin atas kejadian ini. Semoga masyarakat yang beraktifitas di tepian sungai agar benar-benar mewaspadai akan data cuaca di wilayah Timika akhir akhir ini akan curah hujan yang tinggi yang dapat mengancam di antaranya meluapnya sungai dengan tiba-tiba," pesannya. (Burhan)