Tujuh Jenazah Penambang Emas Korban Pembunuhan OPM Berhasil Dievakuasi
Evakuasi korban pembunuhan OPM di wilayah Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Foto: Satgas Humas Damai Cartenz
Evakuasi korban pembunuhan OPM di wilayah Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Foto: Satgas Humas Damai Cartenz

Papua60detik — Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Brimob Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Kodim 1715 Yahukimo mengevakuasi tujuh jenazah korban yang jadi sasaran serangan KKB di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Pelaku pembunuhan menamakan diri Kodap XVI Yahukimo, Batalion Yamuhe, Kanibal dan Sisibia pimpinan Kopitua Heluka. Para korban merupakan penambang emas di wilayah tersebut.

Adapun identitas ketujuh jenazah tersebut, yakni Desen Domungus, Maselinus, Unu, Marsel alias Unus, Andika, Fikram dan Roberto Agama.

Pada Rabu, (1/10/2025) sekitar pukul 22.30 WIT, tim gabungan juga mengevakuasi Yohanes Bouk alias Nando, pekerja tambang) dalam kondisi selamat meski menderita sakit malaria setelah lima hari bertahan hidup di dalam hutan dengan cara bersembunyi di lubang tanpa makanan dan minuman.

Total.korban selamat yang berhasil dievakuasi sebanyak lima orang, yakni Bakri Laode, Febri alias Basir, Tarik Baruba alias Taslim, Berti Oliver Dias dan Yohanes Bouk alias Nando.

Proses evakuasi berlangsung sejak 26 September hingga 2 Oktober 2025. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan medis lebih lanjut. Sementara korban selamat langsung mendapat perawatan intensif.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan tidak akan memberi ruang bagi KKB.

“Kami akan kejar dan tangkap para pelaku serta bertindak tegas secara profesional terhadap siapa pun yang terlibat dalam kejahatan bersenjata. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan di Yahukimo adalah prioritas utama,” tegas Faizal dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10/20205) malam.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga meminta warga tetap tenang dan tidak panik.

“Kami memahami peristiwa ini menimbulkan keresahan, tetapi saya tegaskan bahwa aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi masyarakat. Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga keselamatan setiap warga Papua,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Ops Damai Cartenz terus memperkuat koordinasi dengan jajaran kewilayahan, RSUD Dekai, serta membentuk tim evakuasi gabungan guna memastikan penanganan korban maupun operasi penegakan hukum berjalan aman, efektif dan berkesinambungan. (Burhan)