Unjuk Rasa Karyawan Freeport Berhasil, Bus 'Kerinduan' Aktif Kembali
Unjuk rasa karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura
Unjuk rasa karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura

Papua60detik - Tiga kali aksi unjuk rasa karyawan PT Freeport Indonesia (PT FI) di Tembagapura yang menuntut perusahaan mengaktifkan kembali bus Shift Day Off (SDO) akhirnya membuahkan hasil.

Pertemuan Tim Gugus Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika dengan Manajemen PT FI menyepakati memenuhi tuntutan karyawan.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan, karyawan PT FI dari Tembagapura ke Timika hanya perlu tes suhu tubuh. Suhu di bawah 38 derajat dinyatakan sehat dan dibolehkan turun ke Timika.

Sementara bagi karyawan yang suhu tubuhnya 38 derajat ke atas harus mengikuti prosedur berikutnya, rapid test anti bodi.

"Tetap pakai jadwal. Mulai sekarang ini. Mereka (karyawan) lagi tunggu, mereka bilang kalau sudah dengar jawaban, maka mereka mau bubar. Tadi saya sudah telepon, kamu bubar, kami sudah setuju," kata Bupati Omaleng  usai pertemuan di Hotel Grand Mozza, Selasa (25/08/2020).

Menurut Bupati, tuntutan lain karyawan, yaitu insentif karena tetap bekerja selagi pandemi pun telah disetujui oleh Manajemen PT FI.

Sementara Manager Eksternal Corporate Communication PT FI, Kerry Yarangga mengatakan pengoperasian kembali bus SDO masih harus disesuaikan dengan beberapa aspek teknis di lingkungan perusahaan.

Tapi yang pasti, manajemen PT FI akan mengikuti aturan pemerintah. Termasuk kapasitas maksimum bus hanya bisa terisi separuh sesuai protokol kesehatan.

Perihal insentif yang dituntut karyawan, menurutnya, merupakan urusan internal perusahaan.  

"Yang itu sifatnya teknis internal ke dalam. Semua dicatat, karena bagaimanapun juga manajemen ingin melihat yag terbaik bagi karyawan," katanya. (Yunita S)