Vaksin Jadi Jawaban Menangkal Varian Baru Covid-19?
Papua60detik - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra berpendapat, vaksinasi merupakan jawaban perlindungan kepada masyarakat di tengah ancaman merebaknya varian baru covid-19 yang disebut varian delta.
Sebab itu, ia akan mempercepat vaksinasi untuk mencapai level herd immunity sebelum varian delta itu masuk Timika.
"Kami belum terima laporan soal itu (Varian baru) mudah - mudahan jangan, makanya kita harus percepat vaksinasi sebelum varian baru masuk," saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (28/6/2021).
Dari beberapa jurnal penelitian, katanya, vaksin covid-19 terbukti mampu memberikan perlindungan. Perlindungan pertama, tidak tertular. Kedua, jika pun tertular, gejalanya lebih ringan.
“Vaksin pertama merupakan bagian terpenting supaya tidak terjadi gelombang kedua di Timika, dimana gelombang pertama yang hebat di Timika itu terjadi sekitar Oktober atau September 2020 lalu, makanya sekarang ini kita coba mengejar, karena dosis pertama berdasarkan hasil penelitian memberikan perlindungan untuk menurunkan tingkat kesakitan dan kematian,” kata Reynold.
Dikutip dari www.covid.go.id, anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19, I Gusti Ngurah Kade Mahardika, menyebut jika vaksin covid-19 sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus covid-19.
“Vaksin covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian covid-19 terutama alfa dan delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah,” katanya.
Dari sumber yang sama, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil menilai vaksin covid-19 sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, vaksinasi akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien.
“Covid-19 ini sangat-sangat hebat dampaknya. Apabila kita terinfeksi virus ini, fatal akibatnya sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, maka untuk melengkapinya kita harus divaksinasi,” tuturnya.
Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi tapi harus takut dengan virusnya.
“Saya yakin dengan fakta-fakta yang sekarang ini kita tampilkan, banyaknya kesakitan dan kematian akibat COVID-19, masyarakat harus mulai sadar pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Kusnandi.
Dinkes memang seharusnya mempercepat vaksinasi covid-19. Data terakhir, tenaga kesehatan yang telah divaksin sebanyak 3.167 orang, pelayan publik 8.311, penduduk usia 18 sampai 51 tahun sebanyak 942 orang. Lansia masih sedikit yang mendapat vaksinasi karena difokuskan pada lansia di zona merah. Sementara jumlah penduduk Mimika 300.000 jiwa lebih. (Fachruddin Aji)