Vaksinasi Mandiri, PT Freeport Kejar 70 Ribu Dosis
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) masih sedang berupaya mendatangkan vaksin untuk para pekerjanya.
Vice Presisident Government Relations PTFI, Jonny Lingga mengatakan, butuh sebanyak 70.000 dosis untuk dua kali penyuntikan kepada sekitar 30.000 pekerja di lingkungan PTFI.
"Kalau diizinkan menambah, PTFI juga berencana akan menambah lagi jumlah vaksin untuk masyarakat atau penduduk di sekitar Tembagapura," ujarnya saat ditemui wartawan di gedung MPCC, Selasa (23/3/2021).
Bio Farma selaku distributor yang ditunjuk pemerintah akan mendatangkan vaksin jenis sinopharm dan moderna untuk vaksinasi mandiri.
PTFI kata Jonny, telah mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pusat dan bersurat ke Bio Farma. Sayangnya, sampai saat ini Kemenkes belum menerbitkan Juknis distribusi vaksin mandiri.
"Koordinasi dengan BUMN sudah kami lakukan termasuk dengan Internasional SOS, tapi memang sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah pusat, sebab vaksin jenis sinopharm dan moderna ini, menurut info yang saya dapat dari Zoom Meeting dengan Bio Farma, beberapa waktu lalu, baru akan didatangkan pada kuartal kedua tahun ini atau sekitar April hingga Juni 2021, tapi tanggal pastinya belum tahu," katanya.
Sembari menunggu ketersediaan vaksin, PTFI telah mempersiapkan tempat penyimpanan sampai tenaga vaksinasinatornya.
"Sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, bagi program vaksinasi gotong royong tidak boleh menggunakan tenaga vaksinator dari pemerintah, maka kami akan menggunakan tenaga dari International SOS," jelas Jonny.
Sosialisai vaksinasi ke pekerja, kata Jonny sudah dilaksakan. Sebab itu ia tak khawatir muncul penolakan dari pekerja.
"Pengumuman sudah kami lakukan terus, mungkin ada penolakan, tapi kebanyakan malah meminta agar segera divaksin, kalau menolak tetap akan menerima risikonya, karena kalau turun (ke Timika) tetap akan diswab dan rapid, begitu juga waktu kembali ke Tembagapura, " pungkasnya. (Fachruddin Aji)